“Anugerah Demi “Anugerah”
1 Raj 17:7-24
M1 = Menerima FT
Berdoalah minta pimpinan Tuhan agar saudara senantiasa mengingat akan anugerah Tuhan yang diberikan pada tiap saudara.
M2 = Merenungkan FT
1. Apa yang diperintahkan Tuhan kepada Elia? (ay. 8-9)
................................................................................................................
................................................................................................................
2. Bagaimana respon janda itu awal-awalnya? (ay. 10-12)
................................................................................................................
................................................................................................................
3. Coba tuliskan perkara-perkara ajaib yang Tuhan lakukan dalam peristiwa ini? (ay. 13-24)
................................................................................................................
................................................................................................................
PENGAJARAN
Anugerah seringkali dimengerti sebagai sesuatu yang murahan. Mengapa? Ya tentu saja dari asal kata “anugerah” sendiri berarti gratis atau tanpa bayaran. Anggap saja barang gratisan dari outlet yang sedang promo besar-besaran, pasti barang tersebut sudah tentu dipertanyakan kualitasnya. Berbeda halnya dengan barang ber”merk” terkenal pasti tidak diberikan cuma-cuma begitu saja. Konsep ini kerap kali dipakai untuk mengerti anugerah Tuhan, sehingga tak sedikit orang percaya kurang menghayati apalagi menghargai anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan bukanlah barang gratisan, namun hadiah istimewa karena sangatlah mahal karena dibayar oleh darah Yesus di bukit Golgota.
Anugerah itulah yang dialami oleh janda di Sarfat dalam pembacaan nats hari ini. Alkitab tak memberitahukan bahwa ia adalah orang percaya. Janda ini hanya rakyat biasa dan tak punya kedudukan apa-apa. Janda ini hanya Pengumpul kayu api (ay. 10). Di tengah-tengah kesibukannya itu tiba-tiba Elia datang meminta makan dan minum (ay. 10-11). Sungguh suatu perkara mengejutkan bagi janda itu. Belum lagi permintaan Elia yang dipenuhi janda karena kemiskinannya. Namun kesulitan yang dihadapi tak menyurutkan ketaatan untuk menuruti perintah Elia. Hasilnya, terjadi suatu mujizat. Adonan yang dibuatnya tidaklah berkurang sama sekali tepat seperti yang dikatakan Elia (ay. 13-16). Bahkan tak sampai disitu. Anugerah Tuhan melalui Elia pun diberikan kepada janda miskin ini ketika anaknya sakit dan alami kematian. Akhirnya ia pun menerima Anugerah keselamatan dengan percaya kepada Tuhan sebagaimana yang dipercayai Elia.
Saudara, peristiwa janda di Sarfat membawa saudara pada pengertian anugerah yang membawa kepada anugerah. Saudara dapat perhatikan bagaimana seorang janda yang sama sekali tidak pernah menyangka akan dikunjungi oleh Elia hingga mendapatkan banyak perkara ajaib hingga menerima anugerah keselamatan itu. Anugerah demi anugerah ini dapat juga dirasakan oleh setiap saudara. Anugerah tersebut bukanlah murahan. Anugerah tersebut pun bukan sekedar keselamatan semata, tetapi juga berkat-berkat kesehatan, kekuatan, dan kasih yang saudara rasakan tiap harinya.
M3 = Melakukan FT
Renungkanlah bagaimana Tuhan bekerja di dalam hidup saudara semua dan bagaimana berkat-berkat yang telah Ia berikan bagi saudara.
M4 = Membagikan FT
Sharingkan pengalaman-pengalaman dimana Tuhan bekerja dalam kehidupan saudara dengan tak putus-putusnya.
Ayat Hafalan =
“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Yohanes 1:16
Komentar