"ANUGERAH DEMI ANUGERAH"

Yohanes 1:16

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KUBI), menyatakan bahwa Anugerah adalah “Pemberian dari pihak atas (orang besar) kepada orang bawah (orang rendah)”. Definisi di dalam bahasa Inggris ini di-ambil dari bahasa asli (Yunani) yaitu “Charis” yang berarti “Free gift” (pemberian cuma-cuma).

Anugerah demi anugerah dalam pengertian bahwa Anugerah Tuhan itu diberikan tak akan pernah berhenti, kita akan terus dipenuhi oleh kepenuhan-Nya (Yoh 1:16), sehingga tiap hari kita semakin serupa dengan diri-Nya.

Berbicara tentang anugerah, Alkitab menyatakan dua jenis Anugerah Allah pada manusia,
1. Anugerah secara jasmani - Anugerah ini berhubungan dengan hal-hal yang diberikan Allah demi kesinambungan hidup manusia secara jasmani, misalnya: Matahari dan hujan, Matius 5:45. Ke-dua unsur ini merupakan unsur yang bersifat mutlak yang merupakan sumber berkat-berkat jasmani lainnya.
· Kehidupan sehari-hari/kebutuhan dapur (PELITA hari Senin, 17 Nov, “Janda di Sarfat”)
· Kehidupan pernikahan kita (Kasus Rut yang dipelihara oleh Boas – PELITA Sel 18 Nov)
· Dalam Pekerjaan anda (PELITA, Rabu 19 Nov ’Kasus Penggarap Kebun’)
· Dalam penderitaan (PELITA, 22 Nov)

2. Anugerah Allah secara rohani yaitu pemberian yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat rohani. Paulus dengan jelas berkata bahwa kita mendapatkan segala karunia rohani di dalam Yesus Kristus, Efesus 1:3. Berkat-berkat rohani yang dimaksud adalah: Doa (Yohanes 16:15); Persekutuan dengan Allah (1 Yohanes 1:5-7; PELITA Jum 21 Nov); Pengharapan (Epesus 2:12) ; Mahkota hidup (Wahyu 2:10) dan keselamatan (Efesus 2:8).

Itu artinya, kita membutuhkan anugerah demi anugerah di sepanjang kehidupan dan perjalanan iman kita. Kita perlu menguji diri setiap saat apakah kita tetap tegak dalam iman (1 Kor 13:5a). Namun, apakah yang memampukan semua itu terjadi? Bukan kekuatan kita, tetapi kehadiran Allah di dalam hidup kita (ay.5b). Allah memberikan kasih karunia-Nya setiap saat sehingga kita memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bertahan dalam iman! Fakta inilah yang sangat disadari Paulus sehingga hampir di dalam semua suratnya, Paulus mengawali dan menutup dengan “kasih karunia Allah menyertai kamu.” Kasih karunia telah mengangkat kita dari lumpur dosa dan kasih karunia Allahlah yang memampukan kita bertahan dalam iman sampai kepada kedatangan Yesus yang kedua kali.

Kita juga membutuhkan anugerah demi anugerah dan kuasa Allah. Pelayanan rohani memerlukan kasih karunia Allah. Salah satu kasih karunia Allah kepada orang percaya adalah kuasa yang Ia berikan di dalam Roh Kudus. Sesungguhnya, dengan kuasa Allah demikian (1 Korintus 13:3-4) Paulus mendesak jemaat Korintus untuk meninggalkan hidup yang tidak memperkenankan Tuhan. Kuasa yang Paulus gunakan di dalam hal ini bukan untuk meruntuhkan melainkan untuk membangun jemaat. Kita melayani harus dengan kuasa Allah, bukan dengan kuasa diri sendiri. Pelayanan dengan kuasa Allah akan membangun jemaat Tuhan, pelayanan dengan kuasa diri sendiri akan merusak pekerjaan Tuhan. Oleh sebab itu, dalam hal ini perlu untuk memelihara anugerah yang telah diberikan dan mensyukuri anugerah yang diberikan agar kita tak menyombongkan diri di atas anugerah yang diberikan Allah tersebut (PELITA, Minggu 23 Nov – ‘Memelihara Anugerah’)

Sharingkan
  1. Bagaimana sikap saudara akan anugerah Allah dan Bagaimana membalas anugerah Allah tersebut?
  2. Kiat apakah untuk bisa memelihara Anugerah Allah agar tak disia-siakan oleh diri anak-anak Tuhan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR

“Persembahan Pembangunan Gereja”

“Makna Angka 12”