“Hanya Oleh Iman”
Roma 1:16-17
M1 = Menerima FT
Berdoalah agar Allah membuka dan menerangi hati saudara untuk melihat firman dari paradigma (cara pandang) Allah!!
M2 = Merenungkan FT
1. Keayakinan kokoh apakah yang dimiliki oleh Paulus ? (16a)
.....................................................................................................
Keyakinan seperti apa yang dimiliki Paulus itu? (16b)
.....................................................................................................
2. Siapa yang berhak memiliki keselamatan tersebut? (16c)
.....................................................................................................
3. Apakah kebenaran yang disampaikan oleh Paulus? (17)
.....................................................................................................
.....................................................................................................
PENGAJARAN
Bagian yang singkat namun sangat penting, karena dari dua ayat inilah kemudian Paulus mengembangkannya dalam hampir seluruh pasal kitab Roma ini, yaitu bahwa keselamatan yang ditawarkan dan diberikan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus adalah sebuah power atau kuasa dahsyat yang mampu mengubahkan paradigma (pola pikir, cara pandang) manusia tentang kehidupan. Terhadap berita baik inilah Paulus begitu bangga dan terhormat, padahal ia waktu itu sedang dalam status tahanan karena ‘kebanggaan’nya atas Injil yang diberitakannya. Mengapa demikian?
Pertama, secara akal manusia dan hukum agama saat itu tak ada seorang pun yang bisa lepas dari murka Allah (1:18). Kata ‘kebenaran’ (Yunani = dikaiosune) Allah (1:17a) berarti standar Allah yang menjadi ukuran tertinggi atas seluruh aksi dan moral manusia. Nah kalau standar Allah menjadi penguji berarti tak ada seorang pun yang tak berdosa, tak seorang yang berkenan di mata Allah, tak ada seorang pun yang benar (lih. 3:10-18). Menurut standar hukum Taurat saja manusia gagal melakukan apalagi menurut standar Allah.
Kedua, Keselamatan yang ditawarkan oleh Allah kepada manusia itu semata-mata karena anugerah Allah. Kalimat “bertolak dari iman dan memimpin kepada” (from faith to faith) berarti kalau seseorang bisa beriman kepada Allah itu karena Allah terlebih dahulu telah memberikan atau menenamkan iman kepadanya. Dengan ‘modal iman’ yang diberikan Allah itulah maka seseorang kemudian bisa berkata ‘aku mau percaya kepada-Mu’ atau “Tuhan, aku berdosa dan hapuslah dosa-dosaku”, “aku mau menyerahkan hidupku untuk-Mu”, dll. Kalimat-kalimat iman itu bisa keluar dari mulut seseorang itu pun karena anugerah Allah. Jadi keselamatan tak mungkin dimengerti seseorang tanpa karya dan penerangan Roh Kudus, itu pun anugerah Allah kalau sampai seseorang bisa percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya.
Ketiga, Keselamatan yang diyakininya adalah keselamatan yang diberikan Allah adalah keselamatan yang melintasi batas kebangsaan, status manusia, jenis kelamin dan bahasa. Artinya, siapa pun dia memiliki anugerah dan kesempatan yang sama di mata Tuhan. Yang menjadi masalah sekarang, adakah saudara menyadari betapa hebatnya anugerah keselamatan yang diberikan Allah, yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib itu? Adakah kebanggaan dari diri saudara atas karya keselamatan Yesus itu? Adakah kerinduan yang sama untuk membagikannya kepada orang lain atau sahabat atau sanak famili?
M3 = Melakukan FT
Ambilkan waktu sejenak untuk mendoakan seseorang atau sanak saudara yang ingin saudara bawa kepada Tuhan Yesus?
M4 = Membagikan FT
Bagikanlah pengalaman keselamatan saudara pada teman atau anggota komsel bagaimana begitu indahnya memimpin saudara sampai pada keadaan seperti sekarang !!!
Ayat Hafalan =
“Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6
Komentar