“Hidup Dalam Anugerah Allah”
M1 = Menerima FT
Berdoalah agar Saudara selalu bersyukur karena sampai saat ini masih hidup dalam anugerah Allah dan mohon untuk terus bersyukur dan menikmati hidup yang berkelimpahan.
M2 = Merenungkan FT
1. Apakah gambaran Paulus hidup diluar anugerah Allah?(1-3)
..............................................................................................
..............................................................................................
2. Mengapa kita dapat hidup di dalam anugerah Allah?(4,8-9)
..............................................................................................
..............................................................................................
3. Apakah yang telah dilakukan oleh Yesus atas kita?(5-7)
..............................................................................................
..............................................................................................
4. Apa seharusnya dilakukan seorang yang hidup dalam anugerah Allah? (10)
..............................................................................................
PENGAJARAN
Dalam perikop ini Paulus mengisahkan perbedaan antara manusia yang diluar anugerah Allah dan di dalam anugerah Allah. Keselamatan yang adalah anugerah semata telah membawa orang percaya masuk dalam pola hidup baru. Kalau dahulu mereka hidup jauh dari persekutuan dengan Kristus (4:18), maka setelah mengalami kebangkitan dari perbudakan dosa (2:3-5), mereka dihidupkan bersama-sama dengan Kristus.
Semua ini dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus supaya mereka mengalami kelimpahan anugerah / kasih anugerah (2:7). Itu artinya, hidup dalam anugerah adalah hidup yang hanya dinikmati oleh orang-orang yang mengalami kebangkitan dari kematian dosa. Hidup yang dipimpin dosa (Yun = Hamartia artinya meleset) tanpa fokus, atau hidup yang meleset, adalah hidup yang tak sesuai dengan sasaran yang Tuhan ingin lakukan dalam kehidupan manusia selama di dunia ini.
Unsur-unsur dosa yang mematikan secara lambat laun telah membinasakan kemauan setiap orang yang diperbudak dosa. Dalam ketidakberdayaan seperti itulah, Tuhan Yesus membangkitkan manusia yang telah ‘mati’ itu agar setiap orang percaya dapat mengalami kehidupan baru. Tuhan Yesus menghidupkan dan memperbaiki kembali kemauan yang telah hilang.
Jadi, hidup dalam anugerah Allah adalah hidup yang berbuat sesuatu, minim ia harus berbuat baik. Suatu perbuatan yang menjadi ‘tanda’ kehidupan baru. Sebab ‘perbuatan baik’ itulah yang sejak semula telah dipersiapkan oleh Allah untuk dilakukan setiap manusia ciptaan Allah (Kej 12:2), yaitu menjadi berkat bagi orang-orang. Sebagai umat Allah, apakah saudara telah memahami keinginan dan hati Tuhan? Adakah kehidupan yang sekarang saudara jalani adalah kehidupan yang selalu memiliki kerinduan, bercita-cita dan berfokus untuk melakukan perbuatan baik. Marilah persembahkan hidup yang selalu memberi...memberi dan memberi. Kiranya kelimpahan hidup semakin dirasakan ketika saudara memberi hidup pada orang lain.
M3 = Melakukan FT
1. Hal apakah yang perlu saudara lakukan untuk menjaga hati agar peka terhadap kebutuhan orang lain?
...............................................................................................................
2. Apakah saudara berjalan bersama-Nya setiap hari? Langkah apakah yang saudara ambil supaya terus hidup di dalam-Nya?
...............................................................................................................
M4 = Membagikan FT
Bagikanlah pergumulan saudara untuk menyangkal diri untuk mengasihi orang lain, peduli pergumulan orang lain?
Ayat Hafalan =
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. ” Matius 11:28
Komentar