“Hidup Sebagai Hamba Allah”

1 Korintus 7:17-24

M1 = Menerima FT

Berdoalah supaya Firman Tuhan ini menjadi terus mengingatkan dan menguatkan saudara supaya bertekad untuk tetap mau hidup sebagai hamba Allah.


M2 = Merenungkan FT

1. Apa yang menjadi kerinduan rasul Paulus bagi setiap orang percaya? (17,24)
................................................................................................................
................................................................................................................
2. Menurut rasul Paulus, apa yang lebih penting dilakukan oleh setiap orang percaya? (19)
................................................................................................................
3. Mengapa hamba dan orang bebas yang dipanggil Tuhan adalah milik Tuhan? (22-23)
................................................................................................................
................................................................................................................
4. Tulis, dan hafalkan ayat 23&24. Ingatlah terus, inilah yang dituntut Tuhan kepada saudara sebagai orang Kristen!
..............................................................................................

..............................................................................................

PENGAJARAN
Paulus memberikan gambaran untuk menjelaskan tentang bersunat dan hal menjadi seorang hamba. Seorang Yahudi yang telah disunat janganlah berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Sebaliknya, apabila ada seorang Yahudi atau orang asing yang percaya kepada Tuhan Yesus namun belum disunat, ia tidak perlu disunat. Ini berarti, hendaklah tiap orang hidup dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Menuntut seseorang supaya disunat adalah salah dan mempersalahkan orang yang sudah disunat adalah salah juga. Sebab, menurut rasul Paulus bersunat atau tidak bersunat sedikitpun tidak ada artinya. Yang penting di sini adalah menaati hukum-hukum Allah.

Zaman sekarang orang-orang sering memperdebatkan tentang baptisan seseorang. Ada yang berpendapat jika seseorang di baptis dengan cara dipercik tidak sah. Orang itu harus dibaptis lagi dengan cara diselam. Ada juga yang berpendapat sebaliknya. Sekali lagi, nasihat rasul Paulus di sini mengingatkan kita bahwa dibaptis selam atau dipercik tidak penting. Baptisan tidak menentukan seseorang selamat atau tidak. Yang penting adalah bagaimana ia taat menjalani perintah Tuhan sebagai seorang hamba Allah. Keselamatan hanyalah anugerah dari Tuhan.

Apabila seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, ia harus berjalan terus dalam keadaannya itu, dan melakukan pekerjaan yang baik. Seorang guru yang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus tidak harus meninggalkan pekerjaannya lalu menjadi seorang pendeta. Tuhan Yesus juga sangat membutuhkan orang yang dapat mengajar murid-murid dengan baik berdasarkan kasih Kristus sehingga dapat memberi teladan kepada para murid maupun guru-guru lain, bahwa orang Kristen juga dapat tetap hidup sebagai hamba Allah dalam kesucian sambil menjalankan tugas pekerjaannya.

Akhirnya, biarlah setiap saudara bertekad untuk tetap hidup sebagai hamba Allah yang setia, di mana saja, kapan saja, dalam keadaan apapun dan dalam profesi/ pekerjaan apa saja yang saudara jalankan saat ini. Ingatlah firman Tuhan berkata: Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia (1 Kor.15:58).

M3 = Melakukan FT
Mari terus melakukan tanggung jawab saudara sebagai hamba Allah dengan hidup setia dan taat kepada firman-Nya. Meskipun keadaan saat ini sedang sulit, jangan kendor. Berjuang terus!

M4 = Membagikan FT
Bagikan berkat yang saudara dapatkan ketika saudara hidup setia dan taat kepada Tuhan dalam pekerjaan saudara.

Ayat Hafalan =
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. ” Matius 11:28


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR

“Makna Angka 12”

“Persembahan Pembangunan Gereja”