“Pandangan Mereka Terhadap Allah”
Kolose 1: 15-23
M1 = Menerima FT
1. Berdoa agar saudara dapat melihat akan kuasa dan kasih Allah yang membuktikan akan
kebesaran-Nya.
M2 = Merenungkan FT
1. Bagaimana Paulus meyakinkan bahwa Yesus adalah Allah? (16)
.....................................................................................
2. Berapa banyak sifat ke-Allah-an yang ada pada diri Yesus (19)
.....................................................................................
3. Hal apa yang Yesus lakukan dengan menjadi manusia? (20-22)
.....................................................................................
.....................................................................................
PENGAJARAN
Allah adalah satu pribadi, Yesus Kristus juga satu pribadi, demikian pula dengan Roh Kudus. Mereka memiliki pribadi yang berbeda-beda. Mereka bukan Allah Tritunggal, melainkan tiga Allah. Menurut mereka, Allah itu adalah superman, mempunyai badan, dapat dilihat dan diraba tetapi mempunyai kekuatan luar biasa. "Sang Bapa memiliki tubuh dan daging dan tulang seperti yang ada pada manusia; sang Anak juga; tetapi Roh Kudus tidak memiliki tubuh dan daging dan tulang, melainkan adalah suatu pribadi Roh. Seandainya tidak begitu, Roh Kudus tak mungkin berdiam di dalam kita.” Bagi mereka, suatu "pribadi" haruslah berada dalam satu bentuk fisik, sesuatu seperti darah dan daging. Mormon juga mengajarkan bahwa allah hanya salah satu dari sekian banyak allah lainnya, merupakan manusia dari planet lain dan menjadi allah dengan mengikuti hukum dan aturan allah dari dunia tersebut. Ia juga membawa salah satu istrinya ke dunia ini dan melahirkan anak-anak roh yang kemudian dilahirkan dalam rupa tubuh manusia. Anak yang pertama yang dilahirkan ialah Yesus. Kedua Setan, barulah kita semua.
Ada banyak kosakata Kristen yang bertebaran dalam lingkungan Mormon. Namun, kosakata Kristen tersebut tidak serta-merta membuat mereka sebagai Kristen. Alasan utama ialah karena mereka tidak mengakui ketritunggalan Allah. Mereka memahaminya sebagai pribadi yang terpisah. Ajaran ini tentu sangat bertentangan dengan Alkitab yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah dalam wujud manusia (Yoh. 1:1), kekal (Yoh. 1:1,2,15), tidak diciptakan, namun dilahirkan di bumi (Kol. 1:15), serta pencipta segala sesuatu (Yoh 1:3; Kol. 1:16-17).
Kehadiran Yesus Kristus dan Roh Kudus di Perjanjian Baru membuat pemahamaman akan keesaan Allah tersebut perlu dipikirkan ulang. Siapakah Yesus Kristus? Siapakah Roh Kudus? Apakah Yesus manusia biasa, atau sekedar seorang nabi seperti nabi lainnya di dalam Perjanjian Lama? Penulis-penulis Perjanjian Baru memberi pengajaran bahwa Yesus dan Roh Kudus adalah pribadi Allah juga. Sekalipun terjadi pro-kontra di dalam gereja mula-mula tentang pribadi Yesus, namun akhirnya, pada tahun 325 hal itu dapat diselesaikan melalui sidang "oikumene" (konsili) pertama di Necea bahwa Yesus adalah Allah. Pengakuan bahwa Yesua adalah Allah diteguhkan dalam konsili-konsili selanjutnya, seperti Konsili Efesus (tahun 431), Chalcedon (tahun 451). Demikian juga keAllahan Roh Kudus diteguhkan melalui Konsili kedua di Konstantinopel (tahun 381). Dari pengajaran Alkitab tersebut, kita melihat bahwa di satu sisi Alkitab menegaskan keesaan Allah, tapi di sisi lain, kita menemukan adanya kejamakan di dalam keesaan tersebut.
M3 = Melakukan FT
1. Selalu menyakini akan kebenaran Kristen yang saudara pegang dan berani untuik mewartakan akan kebenaran tentang Allah ini pada orang lain.
.....................................................................................
M4 = Membagikan FT
1. Bagikanlah bagaimana Allah Bapa, Yesus, dan Roh Kudus bekerja dalam hidup saudara.
Sebab barangsiapa menyangkal Anak,ia juga tidak memiliki Bapa.
Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
1 Yohanes 2:23
Komentar