“Manasye: Ayah Yang Berdosa Dan Bertobat”
2 Raja-Raja 21:1-26
M1 = Menerima FT
1. Berdoalah supaya saudara menjadi orang tua yang berhikmat, dengan selalu memilih hidup dalam ketaatan sesuai firman Tuhan.
M2 = Merenungkan FT
1. Apa yang anda ketahui tentang Manasye? (1)
...............................................................................................
2. Apa yang dilakukan Manasye semasa hidupnya? (2-7)
...............................................................................................
3. Hukuman apa yang diberikan Tuhan akibat dosa yang dilakukannya? (10-15) ...............................................................................................
...............................................................................................
PENGAJARAN
Manasye adalah seorang raja yang memerintah kerajaan bagian selatan, yaitu Yehuda. Ia memerintah lebih lama dari pada tiap raja yang lain di Yehuda. Ia naik tahta ketika baru berumur 12 tahun sebagai pemerintah pendamping pada tahun 696 SM, dan ia memerintah sendiri pada tahun 687/6 SM. Ia memerintah hingga tahun 642. Alkitab menguraikan dengan panjang lebar bahwa ia raja yang jahat dari pada segala raja yang pernah memerintah kerajaan Yehuda dan dosa-dosa yang dilakukannya menjadi salah satu alasan penghukuman bagi bangsa Yehuda (24:3).
Manasye adalah satu-satunya raja Yehuda yang sama dengan Ahab dari Israel. Ketika memerintah sebagai raja, ia memasukkan lagi penyembahan kepada bintang-bintang. Perbuatan yang paling keji yang dilakukan Manasye adalah tatkala ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api. Ini adalah sebagian dari bentuk penyembahannya kepada Melek (Molokh), band 16:3. Penyembahan ini dilakukan di lembah Hinom (2 Taw 28:3; Yer 32:35).
Raja Manasye ini adalah anak kandung dari raja Hizkia. Hizkia merupakan seorang raja yang berkenan di hadapan Tuhan. Dikatakan bahwa ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya, namun tidak pada diri Manasye. Hizkia menjauhkan berhala-berhala yang dibuat oleh pendahulunya, namun tidak pada Manasye yang malah menyembah berhala. Berbeda dengan ayahnya, ia memiliki kehidupan berbeda sama sekali dari ayahnya. Tidak jelas mengapa, (i) mungkin karena Hizkia meninggal ketika ia masih berumur 12 tahun, sehingga tidak ada pendidikan moral yang cukup. Apa yang dilakukan Manasye ini menyeret umat Israel juga berbuat serong. Oleh karena itu, Alkitab menuliskan bahwa ia menimbulkan rasa sakit hati Tuhan. Celakanya, raja ini memimpin dalam periode yang sangat lama (55 tahun). (ii) Mungkin Hizkia tak mengajar prinsip kebenaran sejak dini, terlebih Hizkia tak lagi mementingkan apakah ada kedamaian atau tidak nantinya di zaman Manasye, yang penting dimasanya ada damai (20:19).
Memang dalam 2 Tawarikh 33:12-13 disebutkan ia bertobat dan memohon belas kasihan dari Tuhan Allah. Sungguh suatu pertobatan yang indah. Sejahat-jahatnya seseorang telah menyakiti hati Tuhan, tetap akan ada pengampunan untuknya. Itu dikarenakan bukan karena faktor manusia, melainkan faktor anugerah atau belas kasihan Allah yang tak pernah habis menimpa umat yang berserah dan bergantung pada-Nya. Jika ada suatu kesalahan yang mungkin pernah saudara lakukan kepada anggota keluarga, marilah mohon pengampunan dari Tuhan Allah dan akuilah kesalahan yang saudara telah lakukan kepada mereka. Ayah yang hebat bukan karena ia tak pernah melakukan kesalahan, tetapi ketika ia bersalah, ia berani mengakui di hadapan Tuhan dan anggota keluarganya.
M3 = Melakukan FT
1. Lakukan suatu langkah pemulihan kepada anggota keluarga saudara, dimana saudara selama ini tak berperan sebagaimana seharusnya sebagai seorang ayah atau imam dalam keluarga.
.....................................................................................
M4 = Membagikan FT
1. Bagikan berkat yang saudara rasakan ketika saudara bertobat dan melakukan pemulihan kepada anggota keluargamu.
”Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah
supaya engkau beroleh pengertian” Amsal 4:1
Komentar