“Syarat Keberhasilan Seorang Anak”
M1 = Menerima FT
1. Berdoalah agar kita dimampukan untuk selalu mengutamakan firman Tuhan dalam melakukan segala sesuatu dalam hidup kita.
M2 = Merenungkan FT
1. Orang seperti apakah yang dikatakan berbahagia? (1)
...............................................................................................
2. Apa kesukaannya? (2)
...............................................................................................
3. iapakah yang dimaksud dengan “seperti pohon” di ayat 3? (bdk. Ayt 1). Dan apa berkat yang diperolehnya? (3)
...............................................................................................
...............................................................................................
PENGAJARAN
Pertama-tama ada tiga hal yang pemazmur ungkapkan tentang ciri-ciri orang yang benar, yaitu: 1) orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik; 2) orang yang tidak berdiri di jalan orang berdosa; dan 3) orang yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh. Ketiga hal ini disimpulkan dengan sebuah ciri utama, yaitu kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Inilah jalan dari orang yang benar dan ini membuat mereka berbahagia di hadapan Tuhan. Pemazmur memberi penekanan pada taurat TUHAN sebagai penuntun kehidupan orang-orang yang mau hidup di dalam TUHAN. Pengetahuan akan taurat TUHAN harus dibarengi dengan suatu sikap yang terus mau merenungkan akan taurat TUHAN. Taurat TUHAN di sini menunjuk kepada hukum-hukum yang TUHAN tetapkan, yaitu firman-Nya. Ini merupakan sebuah tuntunan kepada anak-anak Tuhan agar mereka menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan. Pemazmur memberikan sebuah ilustrasi untuk menggambarkan apa yang dimaksudkannya, yaitu seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (ay. 3). Hal ini semakin memperjelas arah dan kehidupan orang yang benar di hadapan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan, taurat TUHAN merupakan inti dari keberadaan seseorang untuk tetap berpegang kepada Tuhan. Tuhan adalah sumber dari segala hikmat yang akan menuntun kehidupan setiap orang.
Bagaimana dengan kita saat ini? sudahkah kehidupan kita sudah sepenuhnya bersandar kepada Firman yang hidup itu. Allah memberikan kita firman agar kita tidak menjadi orang yang fasik. Ia menghendaki agar kita menjadi orang yang benar. Kebenaran itu hanya didapat di dalam Tuhan, yang memberikan firman-Nya kepada kita. Setiap hal yang kita lakukan hendaknya selalu didasari dengan kebenaran firman Tuhan. Begitu juga dengan kehidupan kita dalam gereja, keluarga. Kita berharap anak-anak kita bisa mencapai keberhasilan dalam hidup mereka. Hal ini bisa dimungkinkan dengan mengajarkan mereka untuk disiplin dan tekun dalam belajar. Akan tetapi, hal yang terpenting adalah menanamkan benih firman Tuhan dalam hidup anak-anak kita. Inilah syarat mutlak dari sebuah pencapaian. Keberhasilan ada di tangan Tuhan, oleh karena itu untuk mencapai-Nya kita perlu tuntunan dari Tuhan, yaitu lewat firman-Nya. Inilah yang harus ditanamkan sejak dini, karena dengan hidup yang benar di hadapan Tuhan apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil.
M3 = Melakukan FT
1. Ajarlah anak-anak Anda untuk mengenal dan mencintai firman Tuhan, sehingga setiap hal yang mereka lakukan dan hendak mereka capai selalu didasari dengan kebenaran firman Tuhan.
.....................................................................................
M4 = Membagikan FT
1. Sharring-kan berkat-firman Tuhan yang pernah Anda dapatkan di sepanjang jalan kehidupan yang Anda alami kepada anak-anak Anda.
”Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak.
Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?” Ibrani 12:7
Komentar