Bahan Komsel: Dampak Media Pada Anak
Ulangan 6:6-9
“Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.” Kolose 2:8
Pengajaran
Sejak kemunculan telivisi dan lebih lagi fasilitas internet, maka baik secara positif atau negative ada menimbulkan dampak pada anak yang hidup di masa kini. Media itu memberi pengaruh yang kuat dalam pembentukan pengetahuan (persepsi, paradigm atau pemahaman) atau perilaku seseorang, karena ia memberikan informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya dapat membentuk suatu pemahaman. Dan penelitian menunjukan bahwa pemahamannya mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Belum lagi dengan kemajuan Game yang makin canggih dan menyenangkan, seperti PS (Play Station), Video Games, PSP, NDS, dan masih banyak lagi. Pemahaman adalah semua proses yang terjadi di pikiran kita melalui: melihat, mengamati, mengingat, laluhal itu dibayangkan, difikirkan, diuga, dinilai, dipertimbangkan sampai kemudian menjadi suatu persepsi atau pemahaman.
Media Memiliki Tujuan
Media elektronik apa pun hanyalah menjadi sarana seseorang atau lembaga tertentu untuk menyampaikan pemikiran dan memberi pengaruh pada penerimanya (yang dapat dipengaruhi).
Sarana media yang tidak murah dan butuh investasi dana, maka mereka tentu menghendaki untuk meraih keuntungan bagi dirinya, bentuk keuntungan selain dalam bentuk dana juga bisa merupakan potensi seseorang di masa depan. (lihat film Disneyland, Hollywood, Game, Musik, dll). Bahkan tujuan akhirnya bisa juga (secara rohani) menghilangkan pengaruh kekristenan.
Menggunakan Media Menyampaikan Kebenaran
Perikop ini kembali mengingatkan bahwa bagaimana anak-anak kita bisa terlindungi dari pengaruh negative media? Bukankah sebagai orang tua pasti berkeinginan agar anak-anak kita memiliki karakter yang baik, bukan hanya serupa dan mengikuti jejak langkah orang tuanya, tapi juga mengharapkan agar bisa sama seperti Kristus. Oleh sebab itu, marilah kita memanfaatkan media firman Tuhan (kaset musik/film rohani, buku rohani, bahan renungan rohani, dll) sebagai sarana untuk mempengaruhi pengetahuan (persepsi) mereka pada suatu kebenaran. Untuk bisa melakukan hal itu, maka kita perlu bertanya atau mengevaluasi diri:
1. Apakah kita mengasihi Allah dan keluarga kita? (ayat 5). Kalau dalam hal rohani kita kurang ‘care’ maka sulit untuk juga memperhatikan perkembangan karakter anak-anak kita.
2. Jangan lupa mengajarkan kebenaran tidak boleh putusasa (ayat 7a - ‘berulang-ulang’) dan dalam kesempatan apa pun (ayat 7b - ‘nyantai di rumah’, rekreasi, sambil berbaring, atau acara apa pun) untuk menyisipkan kebenaran firman Tuhan.
3. Orangtua menjadi teladan bagi anak-anak kita sendiri (ayat 8,9 – tanda di tangan, di dahi, di pintu rumah, pintu gerbang)
Bila kita sebagai orang tua Kristen sejati memiliki sasaran di atas, sudah sepatutnya kita rela meluangkan waktu untuk mendampingi anak-anak ketika menonton tayangan media elektronik, mengamati bacaan mereka, mendengarkan music apa yang mereka dengar, dll. Juga membantu menyeleksi media yang layak mereka baca dan dengar, atau apa pun bisa kita lakukan.
Sharingkan:
· Apakah yang saudara rasakan dan apakah yang harus dilakukan dari pengaruh media yang begitu kuat?
Komentar