“Memberikan Keseimbangan”
M1 = Menerima FT
1. Berdoalah agar firman Tuhan hari ini memberikan wawasan agar saudara mulai memperhatikan keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan rohani anak-anak saudara.
M2 = Merenungkan FT
1. Tuliskan empat tujuan Salomo menulis Amsal ini! (2-4)
..................................................................................................................
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Apa yang harus dilakukan agar saudara dapat memahami Amsal ini? (5-6)
..................................................................................................................
..................................................................................................................
3. Apakah tema utama pengajaran Salomo ini? (7)
...............................................................................................
...............................................................................................
PENGAJARAN
Kitab Amsal ditulis oleh raja Salomo, seorang yang mendapat karunia khusus, yaitu segala hikmat dari Tuhan. Oleh sebab itu, arah dari tulisannya adalah agar para pembaca mendapatkan hikmat, kepandaian, kecerdasan dan pengetahuan. Raja Salomo ingin setiap pembacanya bukan hanya memiliki pengetahuan (informasi, data dan fakta); kepandaian (suatu kemampuan untuk merelasikan ilmu pengetahuan, lalu memaknainya, memanfaatkan, serta menerapkannya secara tepat-guna dalam konteks dan kebutuhan masyarakat) dan kecerdasan, akan tetapi juga memiliki hikmat (komitmen untuk menerapkan ilmu pengetahuan itu sesuai dengan kebenaran Tuhan sebagai nilai hidup pribadinya). Dengan demikian para pembacanya yang telah memiliki pengetahuan dan memiliki pengertian yang benar tentang penerapan ilmu berdasarkan iman Kristen ini diharapkan dapat berkomitmen seumur hidup dalam menjalankan nilai-nilai Allah sebagai prinsip hidup mereka. Dan rahasia untuk mencapai hal itu diawalai dengan “takut akan Tuhan” (ay. 7), artinya hormat dan patuh kepada kehendak Tuhan, tunduk kepada kuasa-Nya dan mentaati kebenaran Firman-Nya.
Di zaman informasi ini, berbagai pengetahuan sangat mudah didapatkan dan berlimpah, akan tetapi untuk meraih hikmat sangat langka. Karena itu tidak heran apabila pada zaman ini ada banyak orang tua berlomba-lomba untuk menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah yang dapat memaksimalkan potensi arah sehingga bisa meraih pengetahuan, kepandaian dan kecerdasan, sehingga sanggup memberikan keterampilan terbaik dan terlengkap dengan fasilitas terbaik dan terlengkap kepada peserta didiknya, akan tetapi mungkin kurang fokus atau tidak menekankan pendidikan rohani dan pembentukan karakter peserta didiknya. Padahal pendidikan terbaik seharusnya memperhatikan keseimbangan di antara keduanya. Memberikan kesimbangan berarti dua aspek itu sama pentingnya dan seharusnya saling memperlengkapi, agar mereka di kemudian hari, mereka bukan hanya menjadi berkat bagi orang tua mereka, tetapi juga bagi masyarakat dan akhirnya dapat memuliakan Tuhan.
Pemberian yang terbaik kepada keluarga, pada aspek ini berarti sebagai orangtua, memberikan anak-anak keseimbangan dalam pendidikan mereka, yaitu antara pengetahuan umum dan hikmat Tuhan di dalamnya, sehingga mereka dapat memiliki pengetahuan dan pengertian yang benar dalam menerapkan ilmunya berdasarkan iman Kristen dan dapat berkomitmen seumur hidup dalam menjalankan nilai-nilai Allah sebagai prinsip hidup mereka.
M3 = Melakukan FT
1. Lakukan langkah praktis apakah yang bisa saudara kerjakan untuk terus memberikan keseimbangan pada topik hari ini!
.....................................................................................
M4 = Membagikan FT
1. Bagikan berkat rohani yang diperoleh dan komitmen yang akan dilakukan berkaitan dengan pendidikan anak-anak kepada pasangan, keluarga juga teman-teman komsel saudara.
“Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Markus 12:44
Komentar