Bahan Komsel: Menyaksikan Firman

Roma 10:13-15

PENGAJARAN

Surat Roma merupakan sebuah surat yang sarat dengan pengajaran atau juga masalah-masalah praktis. Surat ini ditujukan oleh rasul Paulus demikian untuk menyapa, membimbing, menegor dan juga memotivasi jemaat di kota Roma agar mereka terus hidup dalam kebenaran firman Tuhan. Memang tidaklah mudah, umat Kristen bisa terus bertahan dalam kondisi kota Roma, yang kafir dengan gaya hidup yang sangat berbeda dengan prinsip-prinsip firman Tuhan yang telah mereka dengar dari para pengajar mereka, termasuk didalam rasul Paulus. Disamping itu, cara kehidupan orang-orang Yahudi dengan keagamaan­nya juga tidak hidup dari apa yang menjadi keinginan Allah, sehingga sangat mungkin sekali, kehidupan mereka tidak menjadi teladan yang bisa membuat mereka mau percaya kepada Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yehuda.

Dalam pasal 9-11, rasul Paulus menegur sikap orang Yahudi yang menjalankan agama secara lahiriah. Hal ini menyebabkan Paulus merasa sedih, sebab kerinduan hatinya adalah supaya orang-orang Yahudi dapat diselamatkan. Hal ini dapat Anda lihat dalam Roma 10:1-3. “, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian…., bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar ….. Paulus melihat ketaatan dan kesalehan mereka adalah sia-sia. Mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran bagi diri sendiri. Inilah yang membuat Paulus gelisah, sedih dan rindu untuk membagikan kabar baik. Oleh sebab itu, Paulus mendorong agar umat Kristen di Roma untuk mengabarkan (menyaksikan) kebenaran firman yang mengubah hidup mereka. Disini peran kesaksian mereka sangat penting, tidak mungkin orang-orang Yahudi, orang Yunani atau orang Romawi bisa percaya jika tiada yang memberitakan atau membenarkan kehidupan tersebut (Ayat 13: “Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan).

Dari ayat 14 semakin ditegaskan bahwa peran kesaksian kita sangat penting. Jadi, satu-satunya cara supaya orang yang kita kasihi tidak binasa yaitu jika kita mau membuka mulut kita dan bersaksi tentang Yesus. Apa yang harus disaksikan? Yaitu: Bagaimana hidup kita sebelum mengenal Yesus, peristiwa apa yang membuat kita mengenal Yesus, dan bagaimana kehidupan kita setelah mengenal Yesus. Inilah inti pemberitaan yang harus dikabarkan. Dalam 2 TIM 4 : 2, bersaksi tidak bergantung kepada baik atau tidak baik waktunya. Kapanpun dan dimanapun jika diperlukan, maka kebenaran Firman Tuhan harus diperdengarkan, dinyatakan dan dihidupi. Jangan mundur apalagi berhenti. Jangan menyerah apalagi berputus asa. Bersabarlah di dalam Tuhan. Saksikan dan hidupi terus firman Tuhan. Sebab, jika tidak demikian, mereka (orang-orang yang kita kasihi) akan terjebak dalam api neraka. Lagipula, hanya umat yang setia menyaksikan dan menghidupi Firman Tuhan yang dapat berharap menikmati kemenangan dan memperoleh mahkota kebenaran.

SHARINGKAN

· Apa yang saudara dapatkan dari kebenaran firman Tuhan hari ini? Sharingkan!

· Bagaimana memberikan kegairahan bagi setiap kita supaya tetap bersaksi? Diskusikan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR