"Penyambutan Simeon"
M1 = Menerima FT
1. Berdoalah meminta kepada TUHAN agar diberikan hati yang senantiasa bersandar kepada TUHAN dalam menjalani kehidupan ini..
M2 = Merenungkan FT
1. Siapakah Simeon? (25)
...............................................................................................
2. Apa yang dijanjikan Allah kepada Simeon? (26)
...............................................................................................
...............................................................................................
3. Berdasarkan apa yang dialami Simeon, sikap seperti apakah yang harus saudara lakukan dalam menanti janji TUHAN?
...............................................................................................
...............................................................................................
PENGAJARAN
Allah adalah Allah yang berkuasa atas segala sesuatu. Artinya tidak ada satupun peristiwa yang terjadi secara kebetulan ataupun di luar kontrol Allah. Baik itu peristiwa dalam dunia atau dalam kehidupan umat manusia, seluruh ada dalam kontrol atau minimal dalam izin atau pengetahuan Allah. Oleh sebab itu, Tuhan Allah tiada mungkin terkejut karena ada suatu peristiwa yang terjadi diluar sepengetahuan diri Tuhan Allah. Demikian juga kehadiran Yesus yang mendatangi Bait Allah dan kemudian bertemu dengan Simeon yang telah menantikan janji Mesias.
Ketika Yusuf dan Maria membawa Yesus yang berusia 8 hari saat itu ke Bait Allah di Yerusalem untuk menjalani upacara ritual bagi setiap anak-anak Yahudi, yaitu disunat dan diserahkan kepada TUHAN (Lukas 2:22), mereka bertemu dengan seorang nabi yang bernama Simeon. Siapakah sebenarnya Simeon? Alkitab mengatakan Simeon adalah ‘seorang yang saleh dan dikarunia penyertaan Roh Kudus’ (ayat 25). Simeon adalah seorang yang setia dalam menanti janji Allah mengenai kedatangan sang Mesias dan ia telah dijanjikan Allah bahwa sebelum ia mati, ia akan melihat Mesias, yang diurapi oleh TUHAN (ayat 26). Allah bukanlah Allah yang ingkar janji. Ia mengatur pertemuan Simeon dengan bayi Yesus dalam rangka memenuhi janji-Nya kepada Simeon. Digerakkan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah dan betapa terkejutnya ia menemukan sang Mesias atau Juruselamat itu dalam wujud seorang bayi yang berada dalam genggaman Maria (ayat 27). Ia mengadakan penyambutan dengan mengambil bayi Yesus, menggendong-Nya dan memuji Allah atas kehadiran-Nya (ayat 28-32). Sejarah Alkitab mencatat Simeon sebagai salah satu yang diberitahu secara ilahi mengenai kedatangan Juruselamat.
Sebagai orang yang setia dalam menantikan janji Allah, Simeon telah mendapatkan bagiannya, yakni: ia telah melihat secara langsung Juruselamat yang membawa terang bagi dunia yang gelap. Sudah berapa lamakah saudara menantikan janji Tuhan? Lelahkah saudara atau saudara tetap setia bersandar kepada-Nya dalam menanti jawaban-Nya? Memang tidak mudah untuk tetap bersandar kepada-Nya di tengah tantangan-tantangan hidup yang keras ini. Namun, ketahuilah bahwa Allah adalah TUHAN yang mengontrol jalannya sejarah dunia ini dan Ia akan menepati janji-Nya bagi yang setia bersandar kepada-Nya. Maka, apapun masalah yang tengah dialami saudara, saudara harus setia tetap bersandar bergantung kepada Allah semata. Sebab Allah adalah TUHAN yang mengontrol jalannya sejarah di dunia ini.
M3 = Melakukan FT
1. Ajaklah seluruh anggota keluarga yang sudah percaya untuk saling mendoakan secara rutin dan sebutukan apa yang menjadi pengharapan masing-masing anggota keluarga kepada Allah!
.....................................................................................
M4 = Membagikan FT
1. Bagikanlah pengharapan atau pergumulan saudara yang belum direalisasikan TUHAN kepada orang-orang yang terdekat atau di dalam komsel saudara untuk saling mendoakan dan saling menguatkan!
“Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka...lalu sujud menyembah Dia.” Matius 2:10-11
Komentar