Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Menular
“Kita perlu berbicara dengan Allah tentang orang-orang,
Kemudian berbicara dengan orang-orang tentang Allah” Dieter Zandar
HUBUNGAN! Itulah sebuah kata yang tanpa disadari, terlupakan oleh anak-anak Tuhan. Tidak sedikit anak-anak Tuhan setelah mengenal Yesus Kristus, aktif melayani di berbagai persekutuan, gereja atau lembaga Kristen lainnya. Ini tidak apa-apa tentunya, karena Allah menghendaki setiap anak-anak-Nya setelah percaya Tuhan Yesus untuk bersekutu dan melayani-Nya. Tetapi tidak sedikit orang dunia yang mengatakan bahwa orang-orang Kristen menjadi orang-orang yang hidup dalam dunia yang berbeda, menjadi alien (orang asing dari planet lain), atau menjadi seperti katak dalam tempurung.
Dalam Lukas 5:27-32 mengisahkan seorang pemungut cukai, yang karena pekerjaannya, dianggap seorang musuh dari orang Yahudi sehingga diberi label ‘kaum pendosa’. Setelah Yesus menjamah hidupnya, maka ia mengadakan pesta jamuan makan baik kepada orang-orang beriman, termasuk Yesus dan para murid, namun ia juga mengundang teman-temannya yang tidak beriman. Inilah pesta campuran, sebuah pesta dengan suatu tujuan. Melalui pesta ini, dia ingin menolong teman-temannya (mungkin juga seprofesi dengan dirinya) untuk menemukan apa yang telah diperolehnya. Caranya, yaitu dengan mengundang mereka dalam pestanya untuk mendengar Yesus, yang fasih dan sangat diurapi menjelaskan kebenaran-kebenara rohani yang dahsyat. Memang ini berisiko untuk dilakukan, karena sangat mungkin mereka risih duduk di antara orang-orang suci dan dicemooh (ayat 30); mungkin mereka tidak mau meninggalkan pekerjaannya, Dengan hati penuh belas kasihan dan roh yang penuh tekad menjalankan misinya, yaitu dengan mengadakan pesta besar dan yang mengisi firmannya adalah Tuhan Yesus. Walau akhirnya, beberapa orang-orang Farisi atau ahli Taurat mengkritik pesta ini, namun Yesus membela tindakan Matius ini.
Matius, setelah percaya Yesus tidak langsung meninggalkan komunitasnya, namun ia tetap hidup dengan mereka, namun sudah tidak melakukan pekerjaan itu lagi. Dari kisah Matius ini, saudara dapat belajar bagaimana cara menularkan kehidupan saudara yang sudah diubahkan oleh Yesus Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya. Memang dibutuhkan cara yang kreatif dan mungkin sekali penuh resiko, namun tidak meninggalkan prinsip yang alkitabiah. Gunakanlah strategi yang dengan sesuai kondisi saudara dan kondisi sahabat-sahabat saudara. Selamat Berjuang!
Dari Meja Gembala
Komentar