Bahan KOMSEL: Bagaimana Menjadi Orang Kristen Yang Menular?
Yohanes 3:9-11 ;7:45-52; 19:39
PENGAJARAN
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat
menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya. (1 Korintus 9:22-23)
Kalimat yang disampaikan oleh rasul Paulus menyiratkan bagaimana menjadi orang Kristen yang menular, yaitu:
· membina hubungan atau relasi dengan sesama sangat diperlukan, oleh sebab itu gunakanlah kesempatan dari relasi itu sebagai sarana untuk menularkan pola hidup dan cara hidup sebagai orang Kristen yang baik dan benar, serta kepercayaan atau harapan saudara tentang Yesus Kristus kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Kekristenan yang menular terjadi diantara teman dengan teman, orang dengan orang, tetangga dengan tetangga. Rencana ini alkitabiah, masuk akal, strategis dan telah dikerjakan oleh beberapa orang: Yesus, Paulus, Matius, dll.
· Tularkan kebenaran firman Tuhan sesuai dengan pola atau cara yang sesuai dengan kemampuan atau keahlian kita. Pernyataan dari rasul Paulus bukan dimengerti bahwa dia seorang yang tidak memiliki prinsip tetapi sebaliknya, dia tidak memaksakan suatu cara atau pola yang tidak tepat kepada sekelompok orang. Oleh sebab itu diperlukan kefleksibilitas dari setiap orang Kristen. Yesus tidak mengajarkan suatu pola atau cara menularkan kebenaran dengan satu pola saja. Tidak! Cara penginjilan Yesus, Petrus dan Paulus bahkan tokoh-tokoh Kristen sangat berbeda masing-masing.
Jadi kita tidak mungkin menjadi orang Kristen yang menular tanpa menjalin hubungan yang cukup akrab dengan orang lain hingga mereka kemudian tertular oleh iman dan kasih kita. Jika kita tidak memulai untuk menjalin hubungan yang akrab itu, maka kita tidak akan berhasil dimana pun.
Nikodemus, seorang ahli Taurat, dia banyak mengetahui isi kitab-kitab, namun setelah mendengar seluruh penjelasan dari Yesus dalam ps. 3, ia baru bertobat. Setelah percaya pada pengajaran Yesus, Ia tidak meninggalkan komunitasnya. Ia tetap ada di dalam lingkungan para ahli Taurat atau kaum Farisi. Seharusnya kitapun demikian. Ketika kita sudah mengenal Yesus atau menjadi orang Kristen, kita tidak perlu atau harus meninggalkan komunitasnya. Dalam kehidupannya, Tuhan Yesus juga melakukan hal itu. Ia bergaul dengan Perempuan Samaria, Matius pemungut cukai, dll.
Sharingkanlah:
· Apakah cara yang paling tepat dalam menularkan kekristenan yang kepada orang terdekatmu?
Komentar