“Natal: Menerima Hadiah Allah”

Yohanes 1:9-13

M1 = Menerima FT

Berdoalah supaya melalui firman Tuhan ini, saudara memahami makna Natal yakni Kristus Sang Terang telah datang dalam dunia, maka sikap yang seharusnya adalah menerima-Nya dengan hati dan tangan terbuka.

M2 = Merenungkan FT

1. Bagaimana sifat terang yang sedang datang ke dalam dunia? (9)

...................................................................................................

...................................................................................................

2. Apa yang dilakukan oleh dunia dan orang-orang kepunyaan-Nya? (10-11)

...................................................................................................

...................................................................................................

3. Siapakah anak-anak Allah itu? (12-13) Tuliskanlah dengan pemahamanmu!

...................................................................................................

...................................................................................................

PENGAJARAN

Di dalam bagian pendahuluan dalam Injil ini, Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Sang Terang; Yesus sebagai terang dalam kegelapan (ayat 5), Sang Terang yang Yohanes saksikan (ayat 6-8), dan Yesus yang memberi terang kepada setiap orang (ayat 9). Namun, berita yang Yohanes sampaikan ternyata mendapat respon yang tidak biasa dari orang-orang. Tidak semua orang memiliki keinginan untuk menerima Sang Terang tersebut. Dunia ini ternyata tidak mengenal Dia (ayat 10). Bahkan, dikatakan dalam ayat 11, orang-orang kepunyaan-Nya sendiri tidak menerima-Nya, mereka menolak Sang Terang itu.

Kalau melihat dari sudut pandang saat ini di mata anak-anak Tuhan, betapa ruginya mereka yang menolak kedatangan Sang Terang tersebut. Kedatangan Sang Terang bagaikan sebuah hadiah yang tidak terbeli yang ditawarkan dengan inisiatif yang datangnya dari Tuhan Allah sendiri. Mereka-mereka yang akan menerima Terang itu, pasti merasakan indahnya sebuah hadiah yang tidak ternilai, dan mereka diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Natal menuntut sebuah keputusan penting: menerima atau menolak Kabar Sukacita. Apabila peristiwa Natal dipandang sebagai suatu kesempatan mendapatkan berbagai hiburan menarik yang diberikan oleh pusat-pusat perbelanjaan atau hotel-hotel berbintang, maka sebenarnya mereka memahaminya dengan keliru. Acara menarik tidaklah sebanding dengan berita Kabar Baik yang ingin Tuhan Yesus sampaikan. Kabar Baik tersebut begitu penting karena semua manusia berdosa dan karena itu pasti akan menerima hukuman Allah yang kekal jika tidak menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi. Kabar Baik itu diterima hanya bila seseorang menyadari dosa-dosanya dan dia siap membuka hati untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan Penguasa kehidupan anak-anak Tuhan.

Keputusan saudara pun akan menentukan masa depan hidup saudara ke depan. Bila saudara memutuskan untuk menerima Kabar Baik tersebut dengan membuka hati kepada Tuhan Yesus, maka dosa saudara akan diampuni dan saudara akan diangkat menjadi anak-anak Allah yang memiliki kehidupan yang baru, sekaligus memiliki masa depan yang indah di surga nanti. Sebaliknya, bila saudara menolak untuk menerima sebuah hadiah dengan tidak bersedia untuk membuka hati kepada Tuhan Yesus dan memilih tetap hidup dalam gelimang dosa, maka saudara tidak akan pernah dapat melepaskan diri dari hukuman serta murka Tuhan Allah di masa yang akan datang. Jadi momen Natal menjadi suatu kesempatan lagi untuk mulai mempertimbangkan kehidupan saudara dan langkah apakah yang akan saudara ambil.

M3 = Melakukan FT

Tuliskanlah langkah-langkah sederhana yang sudah atau belum saudara lakukan mengenai cara-cara hidup yang berserah kepada Tuhan!

….......................................................................................

..........................................................................................

M4 = Membagikan FT

Bagikanlah pergumulan saudara kepada rekan-rekan sekerja, sepelayanan atau siapa pun mengenai pembelajaran saudara dalam berserah kepada Tuhan secara total, agar mereka pun dapat berkat!

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,

sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5:17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR