KEMERDEKAAN


 Kemerdekaan (kata benda) adalah  saat-saat di mana suatu negara meraih atau memperoleh hak kendali secara penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya atau bangsanya. Memang sesungguhnya kemerdekaan adalah hak setiap mahkluk ciptaan Tuhan Allah. Oleh sebab itu, di masa modern ini boleh dikatakan hampir jarang lagi ditemukan negara yang terjajah oleh negara-negara adikuasa. Tetapi, walau pun hampir milyaran manusia di dunia yang sudah terbebas oleh para penjajah, namun sesungguhnya tidak sedikit orang-orang di muka bumi yang masih belum mengalami kemerdekaan atau terbebas dari berbagai ikatan yang membelit hidup mereka. 

Tidak sedikit manusia di beberapa belahan dunia ini, yang terbelit oleh jeratan hutang atau terjajah secara ekonomi oleh orang lain, sekelompok orang/perusahan atau sangat tergantung oleh uluran pinjaman dari negara-negara kaya. Tidak jarang, manusia yang terlihat bebas dari negara penjajah, namun secara rohani mereka tidak bisa merdeka untuk menentukan arah langkah hidup mereka. Ini disebabkan Iblis telah membelenggu hidup mereka dengan daya tarik dosa. Itu berarti mereka belum merdeka dalam menentukan sikap. Mengapa? Sesungguhnya banyak sebab, salah satunya, mereka tidak menghargai diri mereka sendiri, yaitu mereka dengan sadar merusak hidup mereka sendiri atau menjeratkan diri mereka ke dalam godaan dosa.

Marilah, saudara yang sudah mengalami kemerdekaan rohani di dalam darah Yesus Kristus dapat menghargai kemerdekaan itu dengan berbagai kehidupan yang lebih berguna, lebih membawa berkat bagi orang lain. Dan itulah yang menjadi bahasan di dalam seluruh PELITA di bulan Agustus ini. Tuhan Yesus memberkati dan selamat menjelajah firman Tuhan tiap hari.

Dari Meja Gembala 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR