“Dibutuhkan Rasa Takut”


2 Korintus 5:11-16
MENERIMA
Bersyukurlah kepada Tuhan atas belas kasihannya kepada saudara dan menunggu pertobatan anak-anak-Nya walaupun mereka telah berdosa.
MERENUNGKAN
1. Apakah unsur yang tidak boleh hilang dari suatu persahabatan di dalam Tuhan? (11-13)
..................................................................................................................................................
2. Siapakah yang menguasai hati dari Paulus? (5)
..................................................................................................................................................
3. Apakah arti ‘mati bagi orang lain’ jikalau dikaitkan dengan persahabatan di komsel? (15-16)
..................................................................................................................................................
PENGAJARAN
Zaman yang makin modern telah menyediakan segala peralatan yang canggih (seperti CCTV, dll) agar bisa mengontrol atau mengawasi orang-orang disekitarnya. Namun tiada alat kontrol yang terbaik selain dari kata ‘takut akan Tuhan’. Kata inilah yang dapat menjaga hati setiap orang untuk tetap kudus dan benar, bukan sekedar bagi kehidupan dia sendiri atau di dalam pandangan mata Allah, tetapi juga bagi hubungannya dengan orang lain.

‘Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan’ (ayat 11). Inilah yang menjadi dasar hidup dari rasul Paulus. Oleh sebab itu, kehidupan dan pelayanan Paulus sebisanya mungkin tak menjadi batu sandungan bagi orang lain, walau pun ‘mungkin pernah ada sisi gelap’ atau sedikit masalah dalam relasinya dengan Barnabas dan dalam kasus ketidaktegasan Petrus. Takut akan Tuhan (TAAT) itulah yang membuat Paulus tiada berani untuk mencuri kemuliaan yang menjadi bagian atau hak dari Allah (ayat 12). Paulus juga memiliki pengontrolan diri yang baik, sehingga melalui hal itu, dia makin dapat memenangkan jiwa sebanyak-banyaknya bagi Yesus (ayat 13). Di dalam jemaat Korintus yang majemuk dan penuh godaan sekaligus juga ada tantangan, maka ‘mematikan ego’ adalah satu cara terbaik agar komunitas umat Tuhan di kota Korintus berjalan tertib dan damai. Selain itu, Paulus ingin melihat jemaat Korintus sebagai seorang pribadi yang unik, oleh sebab itu dia ingin melihat mereka dengan kacamata-Nya (ayat 16).

Saudara sebagai bagian dari komunitas anak-anak Tuhan, marilah prinsip-prinsip hidup dari rasul Paulus menjadi dasar persahabatan saudara dengan anak-anak Tuhan lainnya. Dengan takut akan Tuhan, maka saudara akan menjalin persahabatan dengan hati-hati.



MELAKUKAN


Doakanlah dan tuliskanlah orang-orang dalam komsel yang menjadi beban saudara agar setiap anggotanya yang mungkin ada sedikit masalah dalam relasi satu dengan lainnya dapat akur.
 ......................................................................................................................................................
MEMBAGIKAN
Bagikanlah pengalaman mengenai indahnya persahabatan yang didasarkan pada Tuhan Yesus yang telah saudara alami kepada rekan kerja, rekan komsel dan handai taulan.
Ayat Hafalan: Amsal 17:17

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR