“Allah Hadir di Bait Suci-Nya”


Yesaya 6:1-5                      
MENERIMA
Berdoalah agar saudara senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam ibadah dan hidup sehari-hari.

MERENUNGKAN
1. Siapakah nama raja yang mati di masa pelayanan Yesaya?(1)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apa yang diserukan Para Serafim? Dan apa yang terjadi? (2-4)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Apa yang Yesaya katakan ketika melihat kemuliaan Allah? (5)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Reginald Heber, penulis lagu “Suci, Suci, Suci,” (KPPK no.60) mengutip seruan para Serafim itu pada lirik lagunya dari pemahaman akan ke-Tritunggal-an Allah. Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus adalah Allah yang suci adanya. Kesucian-Nya mau tak mau mendorong setiap umat untuk menyembah dan mengasihi-Nya.
Panggilan Tuhan kepada Yesaya telah menghasilkan sebuah pengalaman yang luar-biasa dimana dirinya mengalami sebuah penglihatan akan keagungan dan kekudusan TUHAN sebagai Raja yang kekal yang duduk di atas takhta-Nya. Pengalaman itu telah membawa Yesaya kepada pengenalan diri yang utuh tentang dirinya dan siapakah sesungguhnya Allah serta betapa hina dan berdosanya dirinya bila diperhadapkan dengan kekudusan TUHAN. Dalam perjumpaannya secara pribadi dengan-Nya, Yesaya mendengar sebuah persembahan nyanyian indah dan agung dari para Serafim, ”Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam,  seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”. Serangkaian pujian ini adalah sebuah pengakuan akan kebesaran, keagungan, kemuliaan dan kekudusan dari TUHAN sendiri. Pengulangan tiga kali kata kudus menunjukkan betapa sempurnanya kekudusan Allah karena angka 3 dalam konteks Ibrani menunjukkan sebuah kesempurnaan. Pujian dari para Serafim telah menyebabkan bergoyangnya alas ambang pintu Bait Suci dan rumah itu penuh dengan asap, hal ini menggambarkan betapa luar biasanya dampak yang ditimbulkan bila Allah sebagai Pencipta hadir ditengah-tengah ciptaan-Nya.
Adakah saudara sudah dan sedang merasakan dan menyaksikan kehadiran Allah dalam ibadah selama ini? Sebab hal ini akan membawa saudara makin terbeban mengenal dan meninggikan DIA  serta TAAT (takut akan Tuhan) sebab DIA adalah Pribadi yang suci adanya. Hidup benar adalah hasil dari respon yang tepat akan Allah!

MELAKUKAN
Ambil waktu 10 menit dalam satu hari untuk berdoa agar jemaat GKKK TKI sungguh-sungguh mengalami dan merasakan kehadiran Allah dalam ibadah Umum dan Ibadah Keluarga.
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................

MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman Tuhan hari ini kepada saudara-saudara seiman sehingga senantiasa diingatkan untuk memahami arti ibadah yang sesungguhnya.
Ayat Hafalan : Yesaya 6:3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR