PENYEMBAH YANG BENAR
Yohanes 4:19-26
“"Tetapi
waktunya akan datang, malahan sudah datang, bahwa dengan kuasa Roh Allah,
orang-orang akan menyembah Bapa sebagai Allah yang benar seperti yang
diinginkan Bapa [ayat 23 - BIS]
"It's who you are and the way you live that
count before God. Your worship must engage your spirit in the pursuit of
truth. That's the kind of people the Father is out looking for: those who are
simply and honestly themselves before him in their worship." [The Message
Version]
Syair True Worshipper
KUHAMPIRI TAHTA-MU, KU SUJUD MENYEMBAH-MU
KU BAWA S’LURUH PERSEMBAHANKU
TERANG KEMULIAAN-MU MEMENUHI HATIKU
ALLAHKU BETAPA KU MENGASIHI-MU
INILAH HIDUPKU
Reff:
JADIKANKU PENYEMBAH-MU TUHAN
YANG MENYEMBAH-MU DALAM ROH DAN KEB’NARAN
BAWA DAKU ‘TUK LEBIH MENGENAL-MU
DALAM HADIRAT-MU TUHAN
Pendahuluan
Ayat-ayat ini muncul ketika Tuhan Yesus bercakap-cakap
dengan seorang wanita dari Samaria. Dalam perbincangan itu, si wanita
dicelikkan mata rohani mengenai: (1) Keberdosaan dirinya (2) Kebutuhan mencari
‘pelindung’ (5 suami) makin menunjukkan akan kekosongan dirinya yang masih
belum terpenuhi (3) pemahaman akan pentingnya subyek penyembahan –Tuhan Allah-
daripada lokasi penyembahan. Dari pernyataan Tuhan ini, maka sesungguhnya Tuhan
juga ingin mencelikkan kita agar menyembah Dia dalam roh dan kebenaran, menyembah
Dia dengan benar dan tulus. Ini bukan sekedar masalah aktifitas alat-alat musik
dan bernyanyi, tetapi kehidupan sehari-hari kita sebagai persembahan yang
harum. “Penyembahan yang sejati bukan tentang lagu yang dinyanyikan atau
musik yang dimainkan, tetapi inti penyembahan adalah saat hati dan jiwa
seseorang, serta semua yang ada dalam dirinya memuja dan berhubungan dengan Roh
Allah“ (D. Zschech - Extravagant Worship).
Bagaimana untuk menjadi penyembah yang benar?
Apakah Penyembahan kita berfokus kepada Tuhan? Ketika Tuhan Yesus meminta
air, si wanita ini masih sibuk dengan
masalah perselisihan budaya (Yahudi – Samaria), gender (Pria – Wanita),
pergumulan pribadinya, kelelahan fisiknya. Ketika Yesus menawarkan air hidup
yang kekal pun, dia masih tidak percaya. Dia masih disibukkan dengan
masalah-masalah dunia ini. Dia masih jual mahal (ayat 8, padahal hidupnya tiada
harganya).
Aplikasi: acapkali kita datang menyembah Tuhan tidak dengan hati yang tenang,
menatap Tuhan dengan sepenuhnya. Akibatnya? Banyak ‘selaput’ yang menghalangi
pandangan kita kepada Tuhan dan menikmati Tuhan bekerja secara luar biasa.
Bagaimana cara kita Hidup? Apakah roh kita diberikan kepada-Nya, sehingga
Roh Kudus menggerakkan roh kita. Ini sebuah penyembahan dengan setulus hati.
tidak dibuat-buat. Kita melakukannya karena roh kita yang memimpin kita untuk
melakukan penyembahan. Kita melakukannya karena tahu Allah begitu mengasihi
kita, karena Dia layak menerima pujian, pengagungan dan luapan syukur kita.
Tentunya disini dibutuhkan sebuah sikap kerendahan hati. Kerendahan hati telah
membuka mati hatinya untuk melihat siapa di depan dirinya.
Aplikasi: Tuhan Allah
menginginkan penyembah yang tidak hanya di dalam kebaktian tetapi dalam
kehidupan sehari-hari mereka. Siapa diri kita dan
bagaimana cara kita hidup. Itulah yang akan menunjukkan apakah kita sudah
merupakan penyembah-penyembah yang benar atau belum. Jadi hidup sesuai
keinginan Tuhan atau rencana Tuhan dalam Hidup kita.
Diskusikan!
1. Unsur apakah
yang membuatkan kita menjadi penyembah-penyembah yang benar di mata Tuhan?
2. Halangan
terbesar apakah yang membuat kita dengan tenang atau fokus untuk bisa menyembah
Tuhan dengan baik dan benar? Bagaimana memecahkannya!!!
Komentar