“Siapakah Yang Menjadi Pusat?”


Yehezkiel 40:1-5,48-49 
MENERIMA
Berdoalah agar saudara sungguh-sungguh menyadari siapakah yang menjadi pusat atau fokus dalam ibadah.
MERENUNGKAN
1. Tahun berapa kekuasaan TUHAN meliputi nabi Yehezkiel? (1)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apa yang dilihat dalam penglihatan Yehezkiel? (3)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Dibawa kemana Yehezkiel dan tindakan apa yang dilakukan oleh pribadi yang membawanya? (48)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Yehezkiel 40 memberikan gambaran Bait Allah yang sudah dibangun. Mungkin saja terbersit dalam pikiran para pembaca bahwa Bait Allah dalam Yehezkiel adalah Bait Allah yang didirikan oleh Salomo atau yang didirikan oleh Ezra setelah bangsa Israel kembali di masa pembuangan. Akan tetapi, sebenarnya tidak ada Bait Allah yang pernah dibangun sesuai dengan uraian Yehezkiel pasal 40 (baca juga pasal 41-42). Apabila di urut menurut urutan logis dari pasal-pasal sebelumnya dan kerangka besar Alkitab, para ahli Alkitab menyatakan bahwa pasal 40 sampai dengan pasal 48 sebenarnya merupakan nubuatan tentang zaman baru yang akan digenapi pada masa mendatang. Seperti yang sudah tertulis di dalam pasal 40 yang mencatat tentang Bait Allah. Maka dapat dikatakan bahwa Bait Allah adalah pusat atau jantung kehidupan spiritual / rohani umat Israel karena di sanalah seluruh umat Allah beribadah kepada-Nya. Bila dibandingkan dengan pasal 8, Bait Allah di pasal 40 sama sekali tidak memiliki berhala kekejian atau illah lainnya. Dengan demikian, gambaran bait Allah yang dinyatakan dalam Yehezkiel telah memberi dorongan agar seluruh umat menempatkan Dia sebagai pusat hidup dan dengan sepenuh hati beribadah hanya kepada Allah.

Saudara, apakah dalam perjalanan ibadahmu selama ini ada sikap penundukkan diri hanya pada kehendak Allah? Dimana hanya Allah saja yang jadi pusat pemikiran atau perhatian saudara? Tak jarang, kesibukan kerja, hobi anak atau rutinitas tiap hari menjadi fokus hidup saudara. Hendaklah dalam ibadah saudara selalu menjadikan Allah sebagai pusat dan senantiasa ingin memuliakan Dia. Jangan sampai ada berhala atau illah apa pun dalam kehidupan saudara. Beribadahlah hanya kepada Tuhan Allah saja dan kasihilah Dia dengan sepenuh hati.


MELAKUKAN
Ambil waktu 10 menit dalam satu hari untuk berdoa agar jemaat GKKK TKI sungguh-sungguh mengalami dan merasakan kehadiran Allah dalam ibadah Umum dan Ibadah Keluarga.
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................

MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman Tuhan hari ini kepada saudara-saudara seiman sehingga senantiasa diingatkan untuk memahami arti ibadah yang sesungguhnya.
Ayat Hafalan : Yesaya 6:3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR