“Hidup Dalam Genggaman Allah”
Filipi 3:10-14
MENERIMABerdoalah agar Saudara memiliki tekad untuk maju terus hingga pada hari saudara mencapai sorga dan berhadapan muka dengan Kristus.
MERENUNGKAN
1. Apakah yang menjadi kerinduan dari Paulus? (10)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apakah yang menjadi hasrat dalam hidupnya? (12-14)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Apakah artinya menganggap semua itu ‘sampah’ untuk masa sekarang ini bagi hidup Saudara? (8)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Paulus melihat dirinya sebagai seorang pelari dalam suatu lomba yang mengerahkan seluruh kekuatannya, dan maju dengan memusatkan pikirannya, agar tidak gagal untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh Kristus bagi kehidupannya yaitu kesatuan sempurna dengan Kristus (ayat 8-10), agar dirinya terus berada dalam genggaman Kristus, yang telah menangkapnya.
Keinginan Paulus untuk mengenal Kristus melalui persekutuan dalam penderitaan-Nya dan mengenal kuasa kebangkitan-Nya, bertolak-belakang dengan hal yang cenderung orang banggakan kini. Pengenalannya adalah pengenalan telah membawanya pada proses identifikasi diri serupa Kristus. Hidup Kristus menjelma dalam dirinya sedemikian rupa, sehingga hidup Paulus seolah ungkapan ulang hidup Kristus sendiri. Semua yang bisa menghalangi proses identifikasi itu harus dibuang. Inilah tujuan hidup Paulus. Persekutuan dalam penderitaan itulah yang membalikkan seluruh hidup ibadahnya, yang menganggap semua itu sampah, tidak bermanfaat di mata Allah. Hadiah terbesar bukan ‘menganggap:’aku sudah melayani Allah, namun dengan cara sendiri’, namun ketika dia berada dalam genggaman Allah. Dia tidak pernah memilih menjadi pekerja Kristus, tetapi karena Allah telah menangkapnya. Cengkraman itulah yang menempatkannya menjadi pekerja Kristus dan membuatnya tak pernah puas dengan apa yang telah dilakukannya. Ia selalu menganggap belum banyak melakukan apa pun bagi Tuhan Allah (ayat 12-13). Paulus selalu menempatkan diri sebagai pendosa berat yang telah diberi anugerah, kesempatan untuk melayani Allah. Itulah penyembahan hidupnya bagi Allah.
Marilah setiap Saudara hidup penyembahan yang benar, yaitu selalu hidup dalam genggaman Allah! Hidup selalu memberikan yang terbaik dan menyenangkan-Nya!
MELAKUKAN
Dan buatlah daftar komitmen Saudara dalam menyediakan diri dan waktu untuk menjalin persahabatan dengan Dia.
...........................................................................................
...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman yang didapatkan hari ini setelah Saudara mengaminkan kebenaran itu, baik kepada rekan kerja, atau rekan komsel dan handai taulan.
Ayat Hafalan : Filipi 3:13
Komentar