“Hidup Dalam Persahabatan ”
Kejadian 6:9-22
MENERIMABerdoalah agar Saudara semangat dalam menghasilkan usaha yang tulus untuk bergaul dengan Allah.
MERENUNGKAN
1. Apa yang dilakukan oleh Allah atas dunia ini?(12-13,17) Apakah perintah Allah kepada Nuh? (14)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Bagaimana Nuh bisa hidup tidak bercela di antara orang-orang sezamannya? (8-9)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Bagaimana caranya agar pengaruh Allah lebih kuat dalam hidup Anda? (9,22)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Kacau balau, mungkin begitulah gambaran manusia yang hidup pada masa Nuh. Hingga Alkitab mencatat: "Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya" (ayat 6). Tetapi di tengah kefasikan dan kejahatan yang merajalela ketika itu (ayat 5), Allah menemukan dalam diri Nuh, seorang yang benar dan yang masih berusaha untuk berhubungan intim dengan-Nya.
"Tidak bercela di antara orang-orang sezamannya", menunjukkan bahwa Nuh memisahkan diri dari kejahatan moral masyarakat di sekitarnya. Karena dia adalah orang benar yang takut akan Allah dan tidak setuju pandangan dan kelakuan umum yang populer, Nuh berkenan kepada Allah (ayat 8). Ini dikarenakan dia menjalin persahabatan dengan Allah. Itu berarti menjalin keakraban dengan Allah sampai pada satu titik dimana dirinya tidak perlu memohon agar Allah menunjukkan kehendak-Nya. Itu artinya, Nuh sangat tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Allah. Ketika Nuh memiliki hubungan seperti ini, maka menjalani perintah Allah, tidak dengan bertanya tetapi dengan bebas, merdeka dan sukacita dalam membuat bahtera itu. Penyembahan yang sejati itu seharusnya seperti itu. Makin dia dekat dengan Allah, makin dia tahu apa yang menjadi kehendak Allah bagi hidupnya. Oleh sebab itu, menjadi hal yang lumrah dengan tindakan dari Nuh (ayat 22).
Jadi, inti penyembahan tidak sekedar tata cara ibadah di rumah Tuhan, tetapi lebih kepada cara hidup yang berbeda dengan orang-orang dunia dan hidup bersahabat dengan Allah (ayat 9). Berusaha memiliki kehidupan yang memberi perubahan bagi sekitarnya. Semoga kunci ini Saudara miliki dari gaya hidup penyembahan Saudara bersama dengan Allah Bapa!
MELAKUKANDan buatlah daftar komitmen Saudara dalam menyediakan diri dan waktu untuk menjalin persahabatan dengan Dia.
...........................................................................................
...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman yang didapatkan hari ini setelah Saudara mengaminkan kebenaran itu, baik kepada rekan kerja, atau rekan komsel dan handai taulan.
Ayat Hafalan : Filipi 3:13
Komentar