“Melalui Hutang Piutang”

Mazmur 37:21-26               
MENERIMA
Berdoalah dan bersandarlah senantiasa kepada Tuhan, karena Dialah Allah yang Mahakuasa dan Pemilik alam semesta.
MERENUNGKAN
1. Dalam berhutang, apa beda orang benar dan fasik? (21)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Bagaimana Tuhan memberkati orang benar? (22-24)
.......................................................................................
.......................................................................................
3.  Apakah pengalaman yang dialami pemazmur? (25-26)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Pinjam meminjam pada dasarnya adalah baik, sebab tidak sedikit ayat-ayat di Perjanjian Lama menyinggung hal ini.  Alkitab memberi banyak batasan atau tata cara, (yang dalam konteks masa itu dan relasi kekeluargaan Israel) agar pemberi pinjaman tidak mengambil riba atas saudara sendiri. Artinya, jangan menindas mereka yang sedang dalam kemisikinan (Keluaran 22:25; Imamat 25:35-37).

Namun sebaliknya, para peminjam juga diingatkan untuk menyelesaikan kewajibannya, sesuai kesepakatan. Jangan seperti orang fasik (ayat 21), setelah menerima pinjaman menjadi pura-pura lupa akan kewajiban untuk membayar kembali. Roma 13:8 ‘Janganlah berhutang kamu apa-apa kepada siapa pun juga’ tidak bermaksud melarang hutang- piutang. Ayat ini lebih kontektual jika diartikan sebagai keharusan para peminjam untuk lunasi hutang-hutang mereka. Ayat ini juga bisa berarti bahwa berhutang adalah tindakan yang kurang bijak, -jikalau tak sanggup melunasi (Ulangan 28:12; Amsal 22:7). Dalam Perjanjian Baru, Yesus menyinggung peminjaman uang dengan bunga, namun bukan bagi orang miskin, tetapi kepada pengelola keuangan (Lukas 19:23). Ketika seseorang memahami proses ‘peminjaman dan memberi pinjaman’, dimana kendali kepemilikan itu dialihkan untuk satu masa kepada orang lain (komoditas masa itu berupa barang -ternak, tanah, atau perkebunan). Nilai dari proses ini menjadi luar biasa, karena setiap masyarakat dapat menikmati barang, walau pun tidak memilikinya. Semisal: karena saya meminjam mobil (walau tidak memiliki), saya bisa kemana pun saya mau, dsb. 

Amsal tak berkata bahwa orang yang berhutang tak diberkati, namun mereka akan diberkati jika melunasi dan pemilik modal bermurah hati memberi pinjaman kepada yang membutuhkan. Yang taat, tidak akan pernah jatuh tergeletak dan tak pernah ditinggalkan-Nya. Sekarang, apakah Saudara berada dalam kondisi seperti orang benar atau orang fasik dalam transaksi hutang-piutang? Marilah muliakan Tuhan melalui harta Saudara!
MELAKUKAN
Tuliskanlah hal-hal yang bisa Saudara kerjakan untuk menjadi terang dalam dunia kerja Saudara:
 ..........................................................................................
 ..........................................................................................
MEMBAGIKAN
Bagikanlah berkat yang diterima dari firman hari ini kepada keluarga, rekan kerja atau teman komsel Saudara.
Ayat Hafalan : Matius 6:24

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR

“Makna Angka 12”

“Persembahan Pembangunan Gereja”