“Saatnya Peduli”

Amsal 3: 27-30 
MENERIMA
Berdoalah agar Saudara selalu diberi kepedulian hati pada sesama dan menyatakan hal itu dalam hidup sehari-hari.
MERENUNGKAN
1. Apakah yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang takut akan Tuhan? (27)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apakah yang tidak boleh dikatakan oleh orang yang takut akan Tuhan? (28)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Apa yang harus dilakukan oleh orang yang takut akan Tuhan? (27,28)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Mengapa orang percaya harus berbuat baik kepada sesama? Sebagai orang percaya mestinya langsung tahu jawabannya. Bukan sebagai upah atau pahala masuk surga. Juga bukan pamer supaya dipuji orang lain. Karena dengan begitu perbuatan baik orang percaya tidak tulus. 

Orang-orang percaya berbuat baik kepada orang lain karena Tuhan sudah terlebih dahulu berbuat baik kepada dirinya. Amsal 3:27-30 adalah nasihat-nasihat praktis bagi orang percaya. Nasihat praktis agar berbuat baik bagi sesama tanpa “memandang bulu”. Sebab persoalannya bukan pada orang-orang kepada siapa harus berbuat baik, tetapi pada diri sendiri. Amsal ini menasihati orang percaya: orang yang bijaksana atau takut kepada Tuhan adalah orang yang jujur dan adil dalam relasi dengan orang lain. Penulis Amsal ingin menyatakan orang yang takut Tuhan adalah orang yang selalu siap untuk menolong (ayat 27-28). Namun lebih tajam lagi: janganlah menjadi penghalang orang menerima pertolongan, terutama bila pertolongan itu seharusnya datang dari dirimu, dan dirimu mampu melakukannya (ayat 27)! Alasan apapun tidak berlaku untuk menghindarkan diri dari kewajiban ini. Bahkan menunda-nunda pun adalah tindakan yang salah. Kalau bisa sekarang, mengapa harus menunggu sebelum memberikannya (ayat 28). Dapat dikatakan bahwa dalam relasi antar manusia, orang yang membutuhkan selalu harus sesegera mungkin ditolong oleh orang yang mampu melakukannya! Tidak mungkin Allah Bapa menggerakkan hati orang yang tidak memiliki kesanggupan itu.

Saudara, mari sekarang saatnya menyatakan kepedulian Saudara terhadap sesama, terutama di bulan Diakonia ini. Jangan tunda lagi karena Allah meminta Saudara menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.
MELAKUKAN
Ambil komitmen untuk terlibat mendukung pelayanan IOTA bagi mereka yang butuh dukungan dana untuk studi:
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Bagikanlah berkat firman ini kepada Saudara seiman agar mereka juga memiliki hati yang peduli akan sesamanya!
Ayat Hafalan : Matius 25:40

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR