“Semua Sama”

Yakobus 2:1-13 
MENERIMA
Berdoalah agar Saudara senantiasa diberikan hati untuk memandang sesama sama seperti Tuhan memandang.
MERENUNGKAN
1. Hal apa yang Yakobus tekankan melalui suratnya? (1)
.......................................................................................
2. Tindakan seperti apa yang diberikan kepada orang yang datang ke dalam kumpulan pada saat itu? (2-3)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Tindakan apa sehingga jemaat dikatakan berbuat dosa, dan melakukan pelanggaran? (9-10)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Surat ini ditulis saat kehidupan sosial yang sedang mengalami ketimpangan atau kesenjangan dalam status sosial masyarakat orang-orang percaya. Mereka yang mengaku memiliki iman kepada Yesus Kristus justru tidak memberikan kesaksian hidup yang baik. Salah satu contoh konkrit yang diberikan Yakobus dengan memaparkan sikap orang-orang beriman, agar tak memandang muka (2:1-13). 

Gambaran  yang sangat riil tentang sikap pembedaan  status dalam persekutuan jemaat telah terjadi (ayat 2 “…kumpulanmu = sunagoge” - Yunani). Kata ‘sunagoge’ menunjuk pada kumpulan jemaat Tuhan dalam sinagoga, yaitu tempat beribadah bagi orang Yahudi. Tentu saja hal ini sangat disayangkan, oleh karena itu, Yakobus hendak menegur jemaat dan mengingatkan mereka tentang belas kasihan dan penghakiman yang akan terjadi nanti. Ia kembali mengingatkan jemaat tentang hukum kasih. Sebagai umat Tuhan selayaknyalah kasih hidup dalam setiap segi kehidupan jemaat. Tindakan diskriminasi yang digambarkan Yakobus tak menunjukkan suatu sikap orang beriman. Iman seharusnya diwujudkan dengan tindakan belas kasihan. Jikalau belas kasihan tiada dalam hidup seseorang, maka penghakiman Allah akan menimpa orang itu. Ini menjadi sebuah peringatan bagi jemaat saat itu agar hidup bersama dijalani dengan penuh belas kasihan, di mana tiada pembedaan di dalamnya, baik status sosial, ekonomi, dan lain-lainnya.

Saudara, dalam kehidupan masa kini masih banyak dijumpai juga sikap atau aksi yang tidak berbelas kasihan. Misal: di mana pola diskriminatif masih sering terjadi, yang kaya acapkali merendahkan yang kurang mampu, bahkan di lingkungan gereja. Saudara mari nyatakan iman hidup yang dipenuhi belas kasihan, salah satunya dengan tidak suka membeda-bedakan status sosial dan mau membantu mereka yang ada dalam kesulitan.
MELAKUKAN
Ambil komitmen untuk terlibat mendukung pelayanan IOTA bagi mereka yang butuh dukungan dana untuk studi:
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Bagikanlah berkat firman ini kepada Saudara seiman agar mereka juga memiliki hati yang peduli akan sesamanya!
Ayat Hafalan : Matius 25:40

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR