“Berarti Mati Bagi Kaum Pemberontak”

Yesaya 53:4-12
MENERIMA
Berdoalah agar Saudara memiliki hati yang bersyukuri atas karya penyelamatan Allah dalam kehidupanmu.
MERENUNGKAN
1. Mengapa Yesus mengalami penyaliban? (4-6)
................................................................
................................................................
2. Apa reaksi Yesus ketika mengalami semua ini? (7-8)
.................................................................
.................................................................
3. Apa hasil dari penanggungan Yesus diatas salib? (11-12)
.................................................................
..................................................................
PENGAJARAN
Lester Ezzell, seorang terpidana mati di Florida. Ketika mantan guru Sekolah Minggunya, Curtis Oakes, menempuh jarak 1.200 km lebih untuk mengunjunginya, Lester berkata, “Anda masih belum menyerah, ya?” Meski dia masih belum mau mendengar Injil, Curtis memberinya Alkitab PB. Ia mendorong Lester untuk membacanya. Lalu, Lester mulai menulis surat kepada Curtis. Surat pertamanya mengisahkan pertobatannya. Surat terakhirnya ditulis pada awal tahun 1957. Bunyinya demikian, “Saat Anda menerima surat ini, barangkali saya sudah mati. Saya akan membayar segala kesalahan yang saya lakukan. Namun, ketahuilah, berkat Alkitab PB yang kauberikan dan kasih karunia Allah, saya telah memimpin 47 jiwa untuk percaya Yesus yang sanggup menyelamatkan. Saya hanya ingin berterima kasih karena Anda tak pernah menyerah membawa saya kepada-Nya.”

Perikop ini adalah puncak dari sederetan Nyanyian seorang Hamba TUHAN (ps.40:1-7; 42:1-6; 50:4-6) yang mengungkapkan pengorbanan Sang Hamba. Perikop ini adalah inspirator bagi para penulis PB untuk memahami karya Allah yang telah berinkarnasi untuk menyelamatkan manusia. Semenjak dilahirkan di bumi sebagai manusia, Kristus telah mengalami penolakan, kehausan, kelaparan, ketidakadilan dan segala kejahatan. Hal itu memuncak di atas salib (ayat 3). Jadi kematian-Nya adalah pengganti dari semua kejahatan manusia (ayat 4-5) agar setiap orang memiliki harapan akan kehidupan kekal dan tak terus menerus diperhamba dosa. Dan kebangkitan Yesus agar manusia lepas dari kuasa dosa dan maut (ayat 10-12). 

Sikap yang mau mati bagi orang lain inilah yang juga harus dimiliki oleh gereja Tuhan. Gereja harus tekun dan setia dalam melayani manusia-manusia yang kadang tidak mudah langsung percaya atas pewartaan gereja. Biarlah kebangkitan-Nya memberikan motivasi bagi gereja Tuhan untuk terus setia dan memiliki keyakinan bahwa kabar baik ini pasti akan berbuah suatu hari kelak, atau pelayanan gereja Tuhan tidaklah sia-sia belaka. Biarlah hal ini juga memotivasi kehidupan rohani dan kesaksian hidupmu!
MELAKUKAN
Tulis dan Pikirkan, keegoan apa yang harus dikikis habis dalam hubungan Saudara dengan keluarga, teman dan orang lain?
 ...........................................................................................
 ...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman hari ini kepada Saudara seiman agar mereka menjadi kesaksian yang hidup bagi gereja Tuhan.
Ayat Hafalan: 1 Petrus 2:21

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR