“Berpuasa Yang Dikehendaki-Nya”
Yesaya 58:1-12
MENERIMABerdoalah agar Saudara diberikan wawasan yang baru dan benar bagaimana seharusnya berpuasa.
MERENUNGKAN
1. Apa berpuasa yang tidak sesuai kehendak-Nya? (3-4)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apa puasa yang dikehendaki-Nya? (5-7)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Berkat apa yang didapat jika puasa yang benar? (8-12)
.......................................................................................
.......................................................................................
PENGAJARAN
Ketaatan pada agama tak bermakna bagi TUHAN jika tidak disertai hidup saleh dan menjalani hukum Allah, serta belas kasihan pada yang membutuhkan. Kesalahan fatal manusia di hadapan Allah adalah merasa diri benar dan mengira bahwa dengan melakukan ritual agamanya (misal: berpuasa) di hadapan-Nya, maka ia boleh mengabaikan sesama. Mereka menyangka bahwa ritual yang dilakukan telah berkenan, dianggap luar biasa, dan sepatutnya diberi pujian serta pahala. Tidak heran mereka protes seolah-olah Allah tidak memedulikan (ayat 3). Padahal mereka munafik dan tak memahami kehendak-Nya. Segala puasa mereka hanya untuk ego diri sendiri, bukan untuk orang lain (ayat 6-7). Jadi puasa bukan sekedar tak makan dan minum sampai buka puasa sesuai ketentuan. Berpuasa itu menyangkut sikap hati kepada Tuhan, yaitu sebagai “hari merendahkan diri di hadapan Tuhan?” (ayat 5). Puasa yang dikehendaki Tuhan adalah puasa hati yang diikuti puasa untuk memperhatikan diri sendiri. Jadi berpuasa adalah langkah perjalanan hidup bersama Tuhan secara rohani-jasmani.
Selain itu, jika berpuasa jangan terlalu sibuk agar ada waktu bersekutu dalam doa dan penyembahan. Bersekutu melalui pembacaan dan perenungan firman. Dengan waktu yang lebih luang Saudara dapat mengoreksi rohani dan hati supaya mengalami “pemulihan yang menyeluruh”. Sebab banyak luka belum terpulihkan karena tiada waktu luang untuk menyelesaikan hal itu. Berpuasa menolong Saudara untuk mengalami pemulihan dari Tuhan (ayat 8). Ketika berpuasa dengan benar, maka Tuhan memberi jaminan juga untuk menjawab doa-doa umat-Nya. Ia bisa ditemukan dalam pergumulan hidupnya (ayat 10). Ada jalan keluar untuk setiap persoalan. Ada pimpinan Tuhan yang jelas bagi keputusan yang diambil dan pengharapan dalam Dia tak akan pernah mengecewakan (ayat 11). Gereja mendorong Saudara mengambil waktu berpuasa agar setiap jemaat mengalami pengalaman rohani yang lebih dalam lagi bersama dengan Tuhan. Oleh sebab itu, jangan sia-siakan kesempatan waktu berpuasa!
MELAKUKANTulis dan Pikirkan, keegoan apa yang harus dikikis habis dalam hubungan Saudara dengan keluarga, teman dan orang lain?
...........................................................................................
...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman hari ini kepada Saudara seiman agar mereka menjadi kesaksian yang hidup bagi gereja Tuhan.
Ayat Hafalan: 1 Petrus 2:21
Komentar