“Dia Mati Untuk Gereja-Nya”
Kisah Para Rasul 20:25-32
MENERIMABerdoalah agar Saudara pun memiliki hati dan jiwa yang seperti rasul Paulus atas gereja Tuhan!
MERENUNGKAN
1. Apa nasehat Paulus kepada Penilik jemaat? (25-28)
.......................................................................................
.......................................................................................
2. Apa yang diwaspadai jemaat sepeninggalan Paulus? (29-31)
.......................................................................................
.......................................................................................
3. Apakah doa dari Paulus atas gereja Tuhan? (32)
.......................................................................................
PENGAJARAN
William dan Mary Tanner sedang melintasi rel kereta api saat peristiwa itu terjadi. Kaki Mary terpeleset dan terjepit di antara rel dan kayu yang melintang. Dengan kalut ia berusaha membebaskan kakinya. Namun, saat itu juga terdengar suara kereta api yang mendekat dan telah sampai di tikungan, dan dalam beberapa detik kereta itu akan menerjangnya. Will Tanner pun menarik kaki Mary. Dengan putus asa ia berusaha keras membebaskan kaki Mary. Namun, usaha itu sia- sia. Kereta itu semakin dekat. Peluitnya melengking dan remnya berdecit. Will memeluk Mary. Orang-orang bergidik ngeri saat kereta itu menerjang pasangan tersebut. Salah seorang saksi mata berkata bahwa sesaat sebelum kereta itu melindas mereka, ia mendengar lelaki pemberani itu berteriak, “Aku akan menemanimu, Mary!” Sungguh cinta yang luar biasa!
Kisah itu jugalah yang telah dilakukan Yesus diatas kayu salib, yang mana disampaikan Paulus kepada jemaat di Efesus: “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya” (Efesus 5:25). Dengan dasar-Nya, yang rela mati bagi jemaat-Nya, maka nasehat Paulus yang ke-3 ini disampaikan kepada pemimpin: Gembalakan jemaat. Nasehat sebelumnya, yaitu: Beritakan Injil kepada orang-orang Yahudi, lalu kepada orang-orang non-Yahudi. Dalam ajakannya yang terakhir kepada para pemimpin jemaat di Efesus, Paulus merindukkan mereka sebagai pemimpin gereja juga siap sedia mati untuk jemaat dan tekun memelihara jiwa mereka dari serangan musuh (ayat 28-32). Nasehat ini sangat penting agar mereka menjadi pemimpin yang mengacu pada sikap Yesus itu. Mengapa Paulus memiliki hati seperti itu, yang tidak sekedar selesaikan tugas pelayanan dengan sempurna, tetapi juga memberikan seluruh hidup untuk mereka? Sebab Dia telah bayar dengan darah-Nya (ayat 28). Dan semangat yang mau mati bagi gereja Tuhan juga menulari semangat para Penilik jemaat.
Bagaimana Saudara dalam bergeraja? Mari milikilah hati dan jiwa seperti tokoh-tokoh iman yang mendahului dan memberikan teladan bagi gereja-Nya.
MELAKUKANTulis dan Pikirkan, keegoan apa yang harus dikikis habis dalam hubungan Saudara dengan keluarga, teman dan orang lain?
...........................................................................................
...........................................................................................
MEMBAGIKAN
Sharingkan berkat firman hari ini kepada Saudara seiman agar mereka menjadi kesaksian yang hidup bagi gereja Tuhan.
Ayat Hafalan: 1 Petrus 2:21
Komentar