“Hal Yang Paling Penting”
“Tidak peduli apa pun yang aku
katakan, yang aku percaya,
dan yang aku lakukan,
tanpa kasih tidak ada artinya.” 1 Korintus 13:38
“Kasih berarti hidup
dengan cara Tuhan perintahkan kepada kita. Seperti telah engkau dengar sejak awal,
perintahnya adalah ini: Jalanilah kehidupan yang penuh kasih.” 2 Yohanes
1:6
Hidup Adalah Tentang Kasih! Karena Allah adalah kasih, pelajaran yang paling penting
yang Ia ingin kita pelajari di dunia ini adalah bagaimana mengasihi. Dalam
mengasihilah kita paling serupa dengan-Nya. Jadi kasih adalah fondasi setiap
perintah yang diberikan-Nya kepada kita, dan itu tidak mudah karena hal ini
memaksa untuk mengurangi ego/kepentingan pribadi kita, dan mulai melihat
kebutuhan orang lain. Dalam keluarga rohani inilah, kita diberi kesempatan
belajar seumur hidup untuk mengasihi mereka. Dengan saling mengasihi, sebagai
wujud iman kepada Kristus, kita menjadi saksi bagi dunia.
Di surga
kita akan menikmati kasih keluarga Allah selamanya, tetapi sebelum menikmati hal
itu, maka kita mempunyai tugas berat untuk diselesaikan di bumi sebagai
persiapan kita untuk mengasihi secara kekal. Bumi ini adalah tempat
berlatih kasih kita kepada sebanyak orang. Sebab kasih tidak dapat dipelajari
dengan terisolasi. Jadi:
Memanfaatkan
Kehidupan yang Paling Baik adalah Mengasihi. Kasih seharusnya menjadi prioritas utama, tujuan utama dan
menjadi ambisi kita yang paling besar. Hubungan harus menjadi perioritas kita
di atas segalanya. Mengapa?
1.
Hidup tanpa kasih sebenarnya
tidak berharga. Paulus menekankan
hal ini dengan berkata, “Apa pun yang aku katakan, yamg aku percaya, yang aku lakukan tanpa kasih
tidak ada artinya.”. Hubungan tak bisa disisipkan dalam
jadwal kita, seolah dia hanya menjadi salah satu agenda dari ratusan agenda kita.
Tuhan berkata bahwa hubungan adalah kehidupan itu sendiri [Mat.22:37-40]. 10
Hukum Taurat berisi 4 aturan yang mengatur hubungan kita dengan Allah dan 6
aturan lainnya tentang hubungan sesama manusia. Celakanya, hal penting
digantikan oleh hal yang mendesak, salah satunya, yaitu: kesibukan. Kesibukan menjadi musuh
terbesar bagi hubungan. Kesibukan sering diidentikkan dengan tujuan hidup.
Tetapi bukan demikian. Tujuan hidup adalah belajar mengasihi Tuhan dan manusia.
Hidup tanpa kasih sama dengan nol.
2.
Kasih akan kekal selamanya. Alasan utama kita
diperintahkan untuk mengasihi karena kasih itu kekal [1 Kor 13:13]. Kasih meninggalkan warisan. Cara kita memperlakukan orang
lain, bukan kekayaan atau pencapaian, memberikan dampak yang paling lama yang
dapat kita tinggalkan di bumi. kapan orang sadar bahwa kasih atau hubungan
adalah segalanya? Saat menjelang kematian! Ketika kehidupan di bumi usai, orang
tidak akan mengelilingi dirinya dengan harta. Yang diinginkannya adalah
dikelilingi orang-orang yang dikasihinya dan yang memiliki hubungan dengan dia.
Jangan menunggu sampai kita mendekati ajal untuk memahami bahwa tidak ada yang
lebih penting dari hubungan kita.
3.
Kita akan dievaluasi
berdasarkan kasih kita. Alasan ketiga mengapa harus
mengasihi karena kita akan dievaluasi dengan ukuran itu dalam kekekalan kelak. Cara Tuhan untuk mengukur kedewasaan adalah dengan
kualitas hubungan Anda. Di surga, Tuhan akan tidak akan menanyakan karir,
rekening atau hobi kita, tetapi bagaimana memperlakukan orang dalam relasi kita.
Ketika kita berpindah dalam kekekalan, kita meninggalkan warisan karakter. Yesus
berkata, bahwa cara mengasihi-Nya adalah mengasihi keluarga-Nya dan
memperhatikan kebutuhan praktis mereka. Apakah gunanya kita ditambahkan hidup
kita satu lagi, jikalau kita akan membuangnya dengan sia-sia?
Ekspresi
Kasih yang Terbaik adalah waktu. Arti
penting sesuatu dapat diukur dengan berapa banyaknya waktu yang kita
investasikan di dalamnya. Semakin banyak waktu yang kita berikan untuk suatu
hal, semakin kita mengungkapkan arti penting dan nilai hidup kita akan hal itu.
Jadi, jika kita ingin mengetahui prioritas seseorang, perhatikanlah saja
bagaimana Ia memakai waktunya. Waktu adalah pemberian yang paling berharga
untuk kita karena kita hanya memilikinya secara terbatas. Waktu kita adalah
kehidupan kita. Karena itulah pemberian terbesar yang dapat kita berikan kepada
seseorang adalah waktu kita. Hubungan memerlukan waktu dan usaha, dan cara yang
paling baik untuk mengeja kasih adalah W-A-K-T-U. Hakikat dari kasih bukanlah
apa yang kita dapatkan, tetapi apakah yang kita berikan dari diri kita kepada
orang lain. Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat
mengasihi tanpa memberi. Kasih berarti
melepaskan pilihan-pilihan, kenyamanan, sasaran, keamanan, uang, enegergi atau
waktu saya untuk orang lain.
Waktu
Terbaik untuk Mengasihi adalah sekarang. Menunda waktu untuk
tugas hal yang sepele, masih bisa dimaklumi, tetapi tidak untuk tugas mengasihi,
sebagai hal yang penting [Amsal 3:27]. Mengapa
sekarang adalah waktu yang terbaik untuk menyatakan kasih? Karena kita tidak
tahu berapa lama kita akan memperoleh kesempatan itu [Gal 6:10 “Selama masih ada kesempatan bagi kita,
marilah kita berbuah baik… - NLT”]. Kita tidak mempunyai jaminan hari esok.
Jika kita ingin menyatakan kasih lakukanlah sekarang! Menjalani hidup yang
terbaik adalah mengasihi. Ekspresi yang terbaik dari kasih adalah waktu. Waktu
yang terbaik untuk mengasihi adalah sekarang.
Ayat Hafalan: “Sebab seluruh
hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia
seperfti dirimu sendiri,: Galatia 5:14.
#days16 #PDL #40DOP #GKM
Komentar