"Mengembangkan Persahabatan Dengan Tuhan"

“Dengan orang Jujur Ia bergaul erat.” Amsal 3:32.
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” Yakobus 4:8
Anda dapat sedekat yang anda ingin dengan Tuhan, itu pilihan anda! Persahabatan itu harus diupayakan, tidak akan terjadi secara kebetulan. Diperlukan keinginan, waktu dan energi untuk menginginkan persahabatan dengan Tuhan. Untuk Mengembangkan persahabatan dengan Tuhan, maka kita harus:
1. Mulai Jujur Kepada Tuhan. Kejujuran adalah hal pertama untuk persahabatan yang lebih dalam. Jujur akan kondisi, keterbatasan, kegagalan, mimpi atau apa pun kepada-Nya. Tuhan tidak mengharapkan kita sempurna, tetapi Ia sangat menghendaki kejujuran perasaan dan pikiran kita. Jikalau Dia menginginkan sahabat yang sempurna, maka kita tidak masuk kristeria-Nya; namun bersyukur, Dia mau bersahabat dengan para pendosa. Persahabatan yang sejati dibangun di atas keterbukaan, termasuk keterbukaan akan perasaan luka-luka: kemarahan, kepahitan yang tersembunyi dalam bidang-bidang kehidupan kita, dimana kita merasa kecewa atau diperdaya, atau latar belakang keluarga kita. Tak jarang kita juga menyalahkan Tuhan untuk luka-luka yang disebabkan orang lain. Kepahitan adalah penghalang terbesar bagi persahabatan dengan Tuhan. Ingat, banyak sahabat Tuhan, yang juga harus menjalani kehidupan yang tak mulus. Untuk apa harus mengalami ini? Tuhan izinkan untuk hal yang positif bagi kita.
2. Memilih Untuk Taat Kepada Tuhan Dalam Iman. Setiap kali kita percaya akan hikmat Tuhan dan melakukan apa yang Ia katakan walaupun kita tidak memahaminya, itu akan memperdalam persahabatan-ku dengan Tuhan [Yoh 15:14]. Kita menaati Tuhan, bukan karena kewajiban atau ketakutan atau keharusan, tetapi karena kita mengasihi-Nya dan beriman bahwa Ia tahu apa yang terbaik untuk kita. Pengiringan kita pada Kristus karena rasa syukur atas apa yang telah Ia lakukan bagi kita. Semakin dekat kita mengikuti-Nya, semakin dalam persahabatan kita dengan-Nya [Yak 4:8]. Itu artinya, persahabatan membutuhkan inisiatif dan aksi kita, mulai dari yang kecil, bukan dari hal-hal besar. Mungkin hal-hal itu tidak terlihat orang lain, tetapi Tuhan melihatnya dan menganggap itu sebagai tindakan penyembahan. Kesempatan-kesempatan besar mungkin datang sekali dalam hidup kita, tetapi kesempatan- kesempatan kecil selalu ada di sekitar kita setiap hari.
3. Menghargai Apa Yang Tuhan Hargai. Semakin dekat Anda dekat Anda menjadi sahabat Tuhan, semakin besar kepedulian kita pada hal-hal yang Ia pedulikan, merasa sedih karena hal yang menyedihkan-Nya, dan bersukacita karena apa yang membuat-Nya bersukacita. Apakah yang paling Tuhan pedulikan? Penebusan umat-Nya. Ia ingin agar semua anak-Nya yang hilang ditemukan! Itulah satu-satunya alasan yang membuat Yesus datang ke dunia. Hal itu bisa terjadi ketika kita memberitakan berita kepeduliaan-Nya kepada orang lain. Untuk menjadi sahabat-Nya, kita harus memperdulikan semua orang di sekitar kita, yang dipedulikan-Nya. Sahabat Tuhan memberitahukan teman-teman mereka tentang Tuhan.

4. Berhasrat Akan Persahabatan Dengan Tuhan Lebih Dari Apa Pun Yang Lain. Banyak tokoh Alkitab kegairahan mereka untuk mengenal Allah, semisal Daud [Maz 27:4] atau Paulus [Fil 3:10]. Dan kedekatan ini adalah pilihan hidup kita. Persahabatan karib dengan Tuhan adalah suatu pilihan, bukan suatu kebetulan. Setiap kita harus secara sengaja [intentional] mencarinya. Dan apakah itu menjadi kegairaha utama kita daripada yang lain? Ataukah dulu kita pernah memiliki dan sekarang memudar? Biarlah melalui perjalanan yang sulit dan terjal bahkan melalui penderitaan, kerinduan untuk makin maju bisa kita raih kembali. C.S Lewis berkata, “Penderitaan adalah pengeras suara Tuhan.” Jadi, penderitaan adalah bahan bakar untuk gairah dan cara Tuhan untuk membangkitkan kita dari kelesuan rohani. Penderitaan bukan sebagai bentuk kemarahan Tuhan, tetapi diizinkan untuk membawa kita mendekat kepada-Nya.
Tidak ada hal lain– sama sekali tidak ada— yang lebih penting dari mengembangkan persahabatan dengan Tuhan. Itu adalah hubungan yang kekal selamanya. Apakah kita telah kehilangan hal yang paling penting dalam hidup? Jadi marilah kita memulainya kembali sekarang.
AYAT HAFALAN: ” Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.” Yakobus 4:8A
#Days10 #40DOP #PDL #GKM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Komsel: MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR