PENDAKIAN ILAHI
PENDAKIAN ILAHI [1] Perjalanan rohani saudara, rupanya dapat saja diparalelkan dengan mendaki sebuah gunung, di mana Alkitab adalah peta rute pendakiannya. Dalam pendakian tersebut, lama kelamaan medan yang didaki akan menjadi semakin curam dan curam, tetapi seiring dengan makin tinggi ketinggian- pemandangan yang ditawarkan justru semakin indah, menarik, dan sekaligus menakjubkan. Bagi para pendaki, puncak gunung biasanya ‘dimahkotai dengan kemuliaan Allah.’ Banyak dari para pendaki ini yang merasakan energi yang berbeda saat mereka mencapai dan berada di puncak. Kedahsyatan alam, kemahakuasaan Tuhan dan betapa tidak ada apa-apanya manusia ini, kerap dirasakan oleh para pendaki ketika mereka berada di puncak. Semakin tinggi suatu gunung, biasanya semakin sedikit orang yang bisa mencapainya. Daud, dalam Mazmur 24:3, berujar seperti ini: “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni h...